Harga Minyak Goreng Makin Mahal di Negeri Kaya Sawit

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 07 Nov 2021 09:00 WIB
ilustrasi minyak goreng
Foto: iStock

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta asosiasi dan produsen minyak goreng sawit tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana, setidaknya hingga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2022.

Oke Nurwan menegaskan, pemerintah melakukan langkah tersebut sebagai upaya menjaga pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri.

"Kami meminta baik asosiasi maupun produsen minyak goreng sawit untuk tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan sederhana untuk menjaga pasokan di dalam negeri dengan harga terjangkau minimal hingga menjelang Natal dan Tahun Baru 2022," katanya.

Oke pada kesempatan sebelumnya menjelaskan, pemerintah akan melakukan berbagai upaya, salah satunya penyediaan minyak goreng dengan kemasan sederhana.

"Pembahasan penyediaan minyak goreng dengan kemasan sederhana sedang dibahas marathon dengan pelaku usaha minimal untuk mengamankan sampai Natal dan Tahun Baru" katanya kepada detikcom melalui pesan singkat, Jumat (5/11/2021).

Tindak lanjut yang disampaikan dalam bahan paparan Oke menyebutkan pemerintah berencana menghentikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) di tengah kenaikan harga minyak goreng.

"Pemerintah berencana akan menghentikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri (Arahan Presiden tanggal 13 Oktober 2021 di Lemhanas)," tulis laporan tersebut.

Saat ditanya perihal kabar terbaru mengenai rencana menyetop ekspor minyak sawit tersebut, Oke enggan memberikan penjelasan lebih jauh.



Simak Video "Sepekan Harga Minyak Goreng Curah-Kemasan Alami Kenaikan di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]

(toy/zlf)