BUMN Pakai Dana COVID-19 Rp 33 T buat Bangun Tol

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 18:20 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
BUMN Pakai Dana COVID-19 Rp 33 T buat Bangun Tol
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan dana cadangan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 33 triliun digunakan untuk penyertaan modal negara (PMN) di beberapa BUMN dan lembaga di 2021 ini.

BUMN yang dimaksud adalah PT Hutama Karya (Persero) yang mendapatkan Rp 9,1 triliun untuk membangun sejumlah ruas tol di Trans Sumatera.

"Rp 9,1 triliun Hutama Karya untuk 4 ruas tol, yaitu Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, dan Binjai-Langsa. Sekali lagi kami dengan Menteri PUPR akan meminta supaya dilakukan monitoring dan Menteri BUMN agar dana tersebut memang earmark (diperuntukkan) bagi tol tersebut," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (8/11/2021).

Kemudian PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan Rp 7,9 triliun untuk penguatan permodalan dan investasi pada 7 ruas tol, yaitu Kayu Agung-Palembang-Betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Bogor-Ciawi-Sukabumi, Cimanggis-Cibitung, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Pasuruan-Probolinggo, dan Pejagan-Pemalang.

"Ini karena memang mereka relatif dari sisi neracanya lebih baik dari Hutama Karya maka yang dilakukan adalah PMN di dalam rangka menurunkan leverage tapi mereka tetap bisa menggunakan leverage termasuk right issue dalam hal ini," sebutnya.

Kemudian ada Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (LPI/INA) yang mendapatkan kucuran Rp 15 triliun dari dana cadangan PEN.

"Kita akan memberikan ekuitas awal sebesar Rp 75 triliun, di mana Rp 30 triliun berasal dari cash APBN tahun 2020 -sudah dilakukan injeksi Rp 15 triliun pertama- dan tahun ini adalah untuk memenuhi Rp 15 triliun kedua sehingga ekuitas cash dari LPI sudah terpenuhi seluruhnya, yaitu 30 triliun. Yang Rp 45 triliun adalah dalam bentuk saham-saham BUMN yang dimasukkan di dalam LPI," jelasnya.

Selanjutnya Lembaga Bank Tanah yang modal awalnya dibutuhkan Rp 2,5 triliun sesuai dengan PP Nomor 64 Tahun 2021, namun pihaknya dengan Menteri ATR/Kepala BPN sepakat untuk memulainya dengan Rp 1 triliun dulu pada tahun 2021 ini.

"Oleh karena itu (Lembaga Bank Tanah) diberikan dalam bentuk melalui cadangan dana PEN. Dan tahun depan akan mendapatkan lagi Rp 1 triliun di dalam APBN 2022," tambahnya.

(toy/fdl)