Sektor Ini Masih Menggeliat di Tengah Pandemi, Apa Itu?

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 17:10 WIB
JATILUWIH, BALI, INDONESIA - JUNE 19:  A farmer spreads paddy stalks to be dried under the sunlight during harvest season at Jatiluwih on June 19, 2014 in Tabanan, Bali, Indonesia. Industry Officials and analysts are expecting Indonesia to more than double its rice imports to around 1.5 million tons in 2014 from an estimated 700,000 tons imported in 2013 ahead of a general election and El Nino looms on the horizon which could lead into drought and lack of rainfall. Jatiluwih is famous for its well-maintained terraced rice fields and functioning subak traditional irrigation system. UNESCO has recognized it as one of the worlds heritage sites. (Photo by Agung Parameswara/Getty Images)
Foto: Getty Images/Agung Parameswara
Jakarta -

Kondisi pandemi COVID-19 berdampak pada sejumlah sektor usaha. Banyak bisnis yang mengalami penurunan kinerja karena kehadiran pandemi COVID-19.

Meski demikian, ada juga sejumlah sektor usaha yang justru menggeliat. Di antara sektor usaha yang mulai menunjukkan progres positif adalah produsen produk agraria seperti buah-buahan dan sayuran. Salah satunya dialami PT Mahameru Aksara Agri, produsen buah dan sayur dengan merek Halofresh.

Selama 2021, Halofresh mencatat peningkatan jumlah produksi 75 persen dibandingkan 2020. Hal tersebut tak lepas dari kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan diri lantaran kondisi pandemi.

"Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat menjadi semakin tinggi. Hal itulah yang membuat kami bisa mencatatkan tren positif pada tahun ini," kata Muhammad Kerry Adrianto, Komisaris Utama PT MAA, Senin (8/11/2021).

Salah satu lini utama dari Halofresh adalah produk pisang dan sayur hidroponik. Mereka terus memperkuat lini tersebut salah satunya adalah pisang cavendish. Kiat lain yang digunakan PT MAA untuk memperkuat lini bisnisnya adalah melakukan kerja sama dengan mitra petani lokal untuk memproduksi buah dan sayuran di sejumlah area di Pulau Sumatra dan Jawa.

"Kami tidak hanya melakukan pertambahan kapasitas produksi, melainkan juga perluasan lahan dengan melakukan pembinaan terhadap petani lokal sehingga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar," tutur Kerry Adrianto.

Jika sebelumnya PT MAA lebih fokus memasarkan produknya di area Jabodetabek, kini areanya merambah ke Jawa Barat. Kanal distribusinya pun bukan sekadar online, melainkan juga offline agar memberikan kemudahan bagi konsumen mendapatkan produk Halofresh.

Strategi lainnya adalah Ketika Halofresh melakukan brand launching pada 1 Oktober lalu dengan menunjuk penyanyi Raisa Andriana sebagai brand ambassador.

(fdl/fdl)