ADVERTISEMENT

Bukan Mobil atau Jalan, Ini Faktor Utama Kecelakaan di Tol!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 11:13 WIB
Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) ramai meski masih pandemi. PT Jasa Marga (Persero) Tbk bahkan mencatat volume lalu lintas di tol itu meningkat
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jalan tol Indonesia sempat dipandang miring setelah kecelakaan maut terjadi di tol Jombang, Jawa Timur, yang menewaskan Vanessa Angel dan suaminya. Bahkan sempat ramai ungkapan bahwa jalan tol di Indonesia tidak aman.

Padahal menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) penyebab kecelakaan di tol yang disebabkan oleh jalan tol itu sendiri hanya 1%. Paling besar adalah faktor pengemudi sebesar 87%, sisanya 12,5% disebabkan oleh kendaraan.

Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengatakan, jalan tol di Indonesia aman karena dibuat mengikuti standar keselamatan. Sebelum dipakai juga ada uji kelaikan jalan.

"Kalau tidak laik tidak berani mengoperasikan. Cuma yang sering tidak aman itu penggunanya," ucapnya kepada detikcom, Selasa (9/11/2021).

Menurutnya pengguna jalan di Indonesia sering tidak patuh pada rambu yang dipasang di jalan tol. Misalnya seperti batas kecepatan antara 60-80 km/jam, lajur kanan untuk yang cepat dan lajur kiri untuk yang lambat.

"Kalau lelah jangan mengemudi, dan beristirahatlah bila mengantuk, jangan dipaksain mengemudikan kendaraan. Kalau betul video yang beredar dalam dua hari ini, kecepakatan mobil Vanesa itu lebih dari 150 km/jam. Dengan kecepatan setinggi itu, sulit mengelakkan terjadinya kecelakaan ketika ada gangguan sedikit saja, kendaraan pasti oleng dan tidak terkontrol," terangnya.

Apa lagi tips-tips berkendara di jalan tol supaya selamat? Lihat di halaman berikutnya.



Simak Video "1 Orang Terluka di Kecelakaan Beruntun Tol Layang MBZ Km 23"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT