Daftar Maskapai yang Bangkrut Selama Pandemi, Pernah Naik yang Mana?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 15:08 WIB
Maskapai asal Hong Kong Cathay Pacific Airways Ltd akan pangkas 6.000 pekerja. Perusahaan juga akan tutup anak usahanya Cathay Dragon imbas pandemi Corona.
Foto: AP Photo/Kin Cheung
Jakarta -

Pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi bisnis maskapai penerbangan. Bahkan beberapa perusahaan aviasi di dunia sudah banyak yang gugur akibat ganasnya virus Corona tersebut.

Namun sebelum pandemi, sebenarnya maskapai-maskapai yang berhenti beroperasi ini sudah mencatatkan kinerja yang kurang baik, kemudian diperparah dengan hantaman COVID-19.

Mengutip Skift, Rabu (10/11/2021), berikut daftar maskapai penerbangan di dunia yang gulung tikar akibat pandemi COVID-19:

- Flybe (Inggris) (Bangkrut)
- Trans States (AS) (Berhenti Beroperasi)
- Compass (AS) (Berhenti Beroperasi)
- CityJet (Irlandia) (Bangkrut)
- Virgin Austraila (Bangkrut)
- Air Mauritius (Bangkrut)
- Avianca (Kolombia) (Bangkrut)
- Thai Airways (Bangkrut)
- TAME (Ekuador) (Likuidasi)
- LATAM (Chili) (Bangkrut)
- SunExpress Deustchland (Mengumumkan Penghentian Operasi)
- One Airlines (Chili) (Berhenti Beroperasi)
- NokScoot (Thailand) (Berhenti Operasi)
- LIAT (Antigua) (Menghentikan Sebagian Besar Operasi untuk Kepailitan)
- Jet Time (Denmark) (Bangkrut)
- Virgin Atlantic (Inggris) (Bangkrut)
- AirAsia Japan (Berhenti Beroperasi)
- Cathay Dragon (Hong Kong) (Berhenti Beroperasi)
- Ravn Air (AS) (Bangkrut)
- Norwegian Air (Bangkrut)
- InterJet (Meksiko) (Bangkrut)

Sebelumnya heboh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara teknis sudah bangkrut. Saat ini, pihaknya tengah mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Tiko dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Selasa (9/11/2021).

"Sebenarnya dalam kondisi seperti ini kalau istilah perbankan sudah technically bankrupt Pak tapi legally belum. Ini yang sekarang sedang berusaha bagaimana kita bisa keluar dari situasi yang sebenarnya secara technically bankrupt," katanya.

(toy/fdl)