Airlangga Ungkap Kecerdasan Buatan Jadi 'Emas Baru', Apa Itu?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 17:32 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian

Sebagai informasi, Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) kembali digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Nasional (KORIKA) pada Rabu, 10 November 2021.

AIIS 2021 akan dilaksanakan hingga 13 November 2021 dengan berbagai kegiatan, seperti konferensi hingga pameran virtual teknologi pemanfaatan artificial intelligence (kecerdasan artifisial - KA) dari berbagai pihak terkait.

Kepala OR PPT BRIN Dadan M. Nurjaman mengatakan helatan akbar AIIS 2021 merupakan buah karya ekosistem kecerdasan artifisial yang dibentuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada dua tahun lalu.

Tahun 2020, BPPT telah meluncurkan strategi nasional kecerdasan artifisial yang melahirkan sebuah kolaborasi quad-helix yang terdiri atas pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas: Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA).

"Alhamdulillah, AI Innovation Summit dapat dilaksanakan kembali pada tahun ini. AIIS 2021 dapat menjadi tempat pertemuan antara inventor, inovator, dan investor dalam sebuah sesi forum bisnis dengan tujuan memajukan kecerdasan artifisial di Indonesia," katanya dalam keterangan terpisah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dan topik riset terhangat adalah kecerdasan artifisial. Sebagai lembaga riset dan inovasi nasional, BRIN mendukung pengembangan kecerdasan artifisial sesuai kerangka strategi nasional.

"Saya mengundang segenap stakeholders di Indonesia untuk ikut serta dalam riset dan inovasi artificial intelligence. Tidak hanya melakukan riset, tetapi juga memanfaatkan berbagai infrastruktur yang ada di BRIN. Melalui OR PPT, BRIN siap menjadi mitra industri dan swasta," ungkapnya.



Simak Video "Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan RI"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)