Kiat Menjalani Bisnis Ramah Lingkungan dari Ahli

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 14:53 WIB
Bungkus makanan ramah lingkungan yang bisa dimakan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Bumi semakin lama semakin tua dan menanggung beban yang kian berat. Belum lagi ditambah dengan masalah perubahan iklim dan pemanasan global yang saat ini menjadi isu utama masyarakat di dunia.

Masalah tersebut tentu membawa dampak negatif pada kehidupan manusia. Hal tersebut kemudian menggerakkan berbagai pihak, baik orang maupun lembaga, untuk mendorong penggunaan ramah lingkungan dalam berbagai sektor.

Salah satunya pada produk pengemas makanan yang dilakukan oleh David Christian. Lewat produk berlabel Evoware, David bersama rekannya mengolah rumput laut menjadi gelas dan pembungkus makanan yang bisa dimakan dan aman bagi alam.

Dia mengaku ide awal membuat bisnis pembuatan produk ramah lingkungan dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan plastik. Sehingga ia pun memanfaatkan rumput laut, mengingat potensinya yang besar karena Indonesia merupakan negara penghasil rumput laut terbesar.

"Ingin membuat 1 produk yang unik dan belum pernah ada di Indonesia. Supaya bisa get people attention dan meningkatkan awareness mereka tentang isu lingkungan. Pertama yang dibikin itu ada gelas, edible cups dari rumput laut. Bisa minum terus makan gelasnya langsung. Pertama bikin tahun 2016," ujarnya dikutip dari laman YouTube resmi CNBC, Jumat (12/11/2021).

David bersyukur di bawah brand Evo & co, bisnisnya bisa ikut berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik. Dia menilai pihaknya berhasil mengurangi hingga 15 juta sampah plastik.

Lebih lanjut, David pun membagikan kiat mengelola bisnis ramah lingkungan agar berkelanjutan. Menurutnya yang terpenting adalah pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

"Selain itu, kita harus bisa deliver dan customer happy menggunakan produk. Kita ada beberapa brand dari Evo & co. Ada evoware produknya dari rumput laut. Kita ada Evoworld barang yang selain rumput laut," katanya.

Di samping itu, David juga menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi. Untuk itu, dia bersama tim juga aktif menggelar kampanye 'Rethink'. Kampanye tersebut diharapkan bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya beralih ke produk ramah lingkungan. Sehingga mereka tidak hanya menyukai produk karena desain, melainkan memaknai arti di baliknya.

"Jadi kita nggak cuma jualan produk, tapi bantu edukasi customer partner kita. Sosialisasi penting, kita nggak mau cuma untuk lucu-lucuan terus diganti. Tapi saat di rumah tidak sadar, jadi tetap pakai plastik sembarangan. Diharapkan dampaknya menyeluruh dan panjang," tuturnya.

Klik halaman selanjutnya >>>