Ekonomi Kreatif RI Bidik Pasar Korea Selatan

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 23:00 WIB
Pameris memamerkan hasil kerajinan mereka di Pameran Katumbiri 2014 di JCC, Jakarta, Rabu (10/12/2014). Pameran Katumbiri ini memamerkan produk kerajinan tekstil, fashion dan aksesoris. Dalam pameran ini juga menampilkan produk kerajinan dalam negeri yang kreatif dan berkualitas untuk menjadi barometer kemajuan industri kreatif dalam kesetaraan gender yang adil.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Desainer papan atas tanah air Amy Atmanto sekaligus Pengurus Komite Pemberdayaan Perempuan dan Sumber Daya Keluarga Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengatakan, UMKM RI kini tengah membidik pasar Korea Selatan. Dia mengatakan, ada banyak negara yang membutuhkan produk-produk dari Indonesia terutama di sektor kreatif.

"UMKM Indonesia itu sangat kaya. Banyak negara yang membutuhkan produk-produk dari Indonesia, salah satunya di sektor sandang (fesyen) dimana Kuliner, Kriya dan Fashion merupakan penyumbang terbesar ekonomi kreatif," kata Amy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/11/2021).

Wartawan senior ini juga mengatakan, salah satu negara yang erat menjalin kerja sama dengan Indonesia adalah Korea Selatan. Oleh sebab itu, UMKM Indonesia terus mencari peluang pasar di negeri ginseng tersebut.

"Salah satu negara yang menjalin kerja sama erat dengan kita adalah Korea Selatan. Indonesia terus mencari pasar produk yang dibutuhkan Korea, terutama saat perekonomian mulai bergerak kembali setelah pandemi," ujarnya.

Amy juga berharap bentuk kerjasama Indonesia dan Korea dalam bidang pemasaran produk fashion dapat berlanjut lebih konkrit setelah pertemuannya dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae Sung.

Sementara itu, dia juga berkomitmen akan melakukan pemberdayaan kaum perempuan dan marginal. Menurutnya, itu merupakan tanggung jawab bersama, di mana ada banyak perempuan yang menyelamatkan keluarga dengan mengambil alih tugas kepala rumah tangga yang terdampak pandemi.

Para ibu rumah tangga mengembangkan potensi demi mendapatkan pemasukan keluarga, contohnya bekerja di sektor kreayif memasangkan payet dan mote, patchwork, membuat kue, membuat masker kain dan konektor masker.

Kegiatan ini menjadi sebuah aktivitas yang menghasilkan secara ekonomis dan bisa bermanfaat bagi kesejahteraan mereka. Selain itu, menumbuhkan jumlah pekerja kreatif bidang khusus yang diperlukan oleh industri.

"Kita harus terus berusaha mengembangkan potensi kemampuan perempuan, dalam bidang apa pun itu. Apalagi di sektor sandang (fesyen), banyak perempuan yang berkecimpung di sektor kreatif tersebut. Demikian pula dengan makanan (kuliner)," kata dia.

(dna/dna)