APBN Tekor Rp 548,9 T di Oktober, Sri Mulyani: Turun Dibanding Tahun Lalu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 14:03 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi APBN mulai semakin pulih. Hal itu terlihat dari defisit APBN yang semakin menurun.

Menurut catatannya defisit APBN di Oktober 2021 mencapai Rp 548,9 triliun atau setara 3,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka itu turun jika dibandingkan defisit APBN di Oktober 2020 sebesar Rp 764,8 triliun atau setara 4,67% terhadap PDB.

"Defisit tahun ini tadi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu posisi Oktober 4,67%, tadi defisit kita sudah turun 3,29% dari PDB," tuturnya dalam acara CEO Networking 2021, Selasa (16/11/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, dari sisi penerimaan juga bertumbuh. Tahun lalu penerimaan APBN di posisi Oktober -15,3%, namun pada Oktober 2021 penerimaan negara naik 18,2% menjadi sebesar Rp 1.510 triliun.

"Penerimaan pajak yang tahun lalu kontraksinya 18,8%, tahun ini recovery dengan pemulihan 15,3%. Bea Cukai tahun lalu tidak kontraktif tumbuhnya hanya 5,5%, tahun ini tumbuhnya di 25%. Penerimaan negara bukan pajak kita yang juga tahun lalu mengalami hantaman 16,3% kontraksi, tahun ini pulih dengan pertumbuhan 25,2%," tambahnya.

Dia berharap dengan kondisi APBN yang semakin pulih, defisit APBN di akhir tahun bisa terjaga di posisi 5%. Angka itu lebih baik dibandingkan defisit APBN di 2020 sebesar 6%.

"Seiring recovery, kita juga harus me-recovery APBN kita. Karena APBN memang menjadi instrumen yang very very powerful dan menjadi andalan, namun dia tetap harus dijaga kesehatannya," tutupnya.



Simak Video "Kereta Cepat Dibiayai APBN, Pengamat: Untuk Rakyat Atau Oligarki?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ara)