Puji Konferensi Maju Digital GoTo, Luhut: Ini Solusi Positif bagi UMKM

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 19:14 WIB
Konferensi Nasional Maju Digital yang digelar Grup GoTo, melalui ekosistem Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial pada Sabtu (13/11) menuai antusiasme dari para pelaku UMKM. Tayangan konferensi secara virtual disaksikan sebanyak 100 ribu peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Foto: Dok. GoTo
Jakarta -

GoTo melalui ekosistem Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial mengadakan Konferensi Nasional Maju Digital untuk mendorong daya saing UMKM lokal di Tanah Air. Dalam acara tersebut, para pelaku UMKM bisa mengikuti rangkaian kelas edukatif dan inspiratif.

Konferensi Nasional Maju Digital menghadirkan sejumlah tokoh hebat sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sambutannya, Luhut mengatakan tantangan utama perekonomian di masa pandemi, yaitu digitalisasi UMKM. Hal ini agar pelaku usaha lokal bisa terus beradaptasi dan mempertahankan eksistensi bisnis.

"Pemerintah berkomitmen dapat bekerja sama dan berkolaborasi dengan seluruh pihak termasuk ekosistem GoTo. yang berdiri atas Gojek, Tokopedia, dan GoTo Finansial," ujar Luhut.

Lebih lanjut ia mengapresiasi GoTo yang memberikan wadah kepada UMKM dan produk lokal agar bisa #BangkitBersama. Menurutnya Konferensi Nasional Maju Digital yang digelar pada Sabtu (13/11) sejalan dengan gerakan nasional BanggaBuatanIndonesia (Gernas BBI) yang tengah digenjot oleh pemerintah.

"Hari ini dilakukan untuk memberikan solusi positif kepada pelaku UMKM agar dapat memiliki usahanya terus berkembang, berdaya, dan berkelanjutan, khususnya di masa pandemi yang kita lalui ini. Sudah diresmikan oleh Presiden RI pada tahun 2020, gerakan nasional BanggaBuatanIndonesia atau Gernas BBI telah berhasi mengajak lebih 16 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Angka ini telah mendekati target bisnis tahun 2024 untuk mendigitalisasikan 30 juta UMKM,"

Luhut pun berpesan agar pelaku usaha bisa memanfaatkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan bisnis, terutama di dalam ekosistem digital.

"Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dalam mengembangkan usaha di ekosistem digital, agar dapat menjadi usaha yang diminati dan memberikan kehidupan bagi banyak anak-anak muda Indonesia. saya percaya anak muda Indonesia akan banyak lahir pengusaha-pengusaha besar di kemudian hari dengan melalui saluran," tuturnya.

Sementara itu, CEO GoTo, Andre Soelistyo menjelaskan Konferensi Nasional Maju Digital merupakan bagian dari rangkaian gerakan #BangkitBersama yang didedikasikan untuk rekan-rekan mitra Gojek, Tokopedia, dan berbagai solusi di bawah GoTo Financial. Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi wadah bagi jutaan UMKM di bawah GoTo supaya semakin maju dan berkembang.

"Sejak awal berdiri Gojek dan Tokopedia sebagai karya anak bangsa selalu berpihak pada UMKM. dan Seperti saya, Pak William, dan Kevin katakan bergabungnya Gojek dan Tokopedia menjadi grup GoTo ini terus membawa dampak yang positif untuk konsumen, mitra driver, dan tentunya Anda mitra usaha kami," katanya.

Andre mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, pakar bisnis, serta pelaku usaha yang ikut meramaikan gelaran Konferensi Nasional Maju Digital. Sekaligus membagikan wawasan serta pengalaman agar bisa #BangkitBersama

"Mudah-mudahan dengan adanya konferensi nasional maju digital ini dapat memberikan manfaat bagi Anda semua, dari penjual hijab di Medan, pedagang bakso di Malang, hingga barbershop di Makassar. Semoga semua bisa #BangkitBersama," tuturnya.

Di sisi lain, Bayu Anggraini yang merupakan pemilik Sendok Kayu Dessert sekaligus salah satu UMKM peserta Konferensi Maju Digital mengaku senang. Karena menurutnya acara tersebut memberikan banyak pengetahuan baru .

"Wawasan yang disampaikan oleh para narasumber sangat berbobot. Sebagai UMKM yang terus bangkit di tengah pandemi, kami sangat menghargai GoTo karena memahami kebutuhan para UMKM dalam menangkap peluang di era digital," tandasnya.



Simak Video "UMKM Asal Surabaya Raup Untung Hingga Puluhan Juta Lewat Online"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)