Sederet Manfaat Jika Perdagangan RI dan China Tak Lagi Pakai Dolar AS

ADVERTISEMENT

Sederet Manfaat Jika Perdagangan RI dan China Tak Lagi Pakai Dolar AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 11:05 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia dan China sudah meneken kerja sama terkait penggunaan local currency settlement (LCS). Ini artinya transaksi perdagangan kedua negara tak lagi menggunakan dolar AS.

Perdagangan kedua negara menggunakan mata uang lokal masing-masing yaitu Rupiah dan Yuan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan dolar AS dalam kegiatan perdagangan.

Sebenarnya, apa saja ya manfaat jika tak lagi menggunakan dolar AS dalam transaksi dagang ini?

Duta Besar Republik Indonesia untuk China Merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun mengungkapkan saat ini hubungan dagang antara Indonesia dan China sedang bagus-bagusnya dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Djauhari, dengan menggunakan mata uang lokal ini maka transaksi perdagangan menjadi lebih efisien.

"Terobosan ini secara tidak langsung memperkuat ekonomi RI dan China. Melalui LCS ini diharapkan semakin banyak perdagangan yang bisa dilakukan kedua negara termasuk ekonomi secara digital baik di Indonesia maupun China," kata dia dalam diskusi virtual, Rabu (17/11/2021).

Dia menambahkan, selain itu LCS ini diharapkan bisa memudahkan turis China yang berkunjung ke Indonesia begitupun sebaliknya.

"Diharapkan dalam waktu yang tidak lama lagi, ketika COVID-19 bisa dihandle dengan baik. Sebanyak 2 juta turis China bisa balik lagi ke Indonesia," ujar dia.

Managing Director of Treasury & International Bank Mandiri Panji Irawan mengungkapkan saat ini pasar keuangan domestik Indonesia masih punya ketergantungan yang tinggi akan mata uang asing.

Karena itu LCS dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ini. Selain itu dengan LCS diharapkan bisa mengurangi risiko volatilitas yang selalu muncul atas stabilitas nilai tukar rupiah.



Simak Video "Dolar AS Menggila, Sentuh Level Rp 15.550!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT