Menolak Bangkrut, Ini Siasat Garuda Agar Tetap Mengudara

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 09:56 WIB
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya bangkit meski secara teknis disebut sudah bangkrut (technically bankrupt). Pihaknya telah memiliki sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja perseroan dari rugi jadi untung.

"Interaksi saya sama mereka (pemerintah) nggak pernah sama sekali (ingin Garuda pailit). Ceritanya panjang soalnya, Garuda ini bukan cuma PT, airlines, ini di hati banyak orang dan sejarahnya kan ke mana-mana. Lihat lah Pak Jokowi, lagi heboh-hebohnya Garuda bangkrut, Pak Jokowi pilih terbang pakai Garuda dan coming soon terbang lagi dengan Garuda," kata Irfan dalam program Blak-blakan detikcom yang tayang Senin (22/11/2021).

Irfan menjelaskan rencana perseroan ke depan sangat jelas untuk mendatangkan keuntungan. Hal itu diyakini karena Garuda punya pengalaman, tinggal bagaimana harus mau meninggalkan kegiatan yang bikin rugi.

"Jadi business plan kita ke depan Garuda itu basisnya fundamental nomor satu, menjamin Garuda bisa profit. Kenapa saya bisa begitu optimis ngomong bahwa Garuda bisa profit? Karena kita punya kemampuan menciptakan profit sebelum-sebelumnya, tapi kita ini juga senang bikin keputusan bisnis atau melakukan bisnis model yang rugi diteruskan saja rugi terus," terangnya.

Kegiatan yang bikin rugi Garuda selama ini salah satunya terlalu banyak jenis pesawat yang disewa dan harganya sangat mahal. Ke depan, Irfan akan terus menyederhanakan tipe pesawat Garuda.

"Bukan waktunya lagi gagah-gagahan dan cerita kita punya tipe pesawat a b c d karena implikasi itu back end-nya kan beda-beda, supporting system-nya kan beda-beda," imbuhnya.

Dengan tipe pesawat yang sederhana, Garuda akan pilih rute penerbangan yang menguntungkan saja. Menurut Irfan, maskapai penerbangan yang membanggakan adalah yang menguntungkan, bukan yang terbang ke mana-mana tetapi kosong.

"Garuda ini sering sekali sebelumnya menerbangkan pesawatnya ke rute yang sudah tahu rugi, besok diterbangkan lagi. Saya orang yang sangat bergengsi tapi bukan begitu cara kita merepresentasikan harga diri kebanggaan kita sebagai perusahaan dan maskapai, kan kita merepresentasikan Indonesia. Apakah terbang ke mana-mana kosong, rugi tetap terbang? Ini membanggakan atau bebal?," imbuhnya.

Di sisi lain, maskapai pelat merah tersebut telah menyampaikan skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja. Garuda mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi yang ditawarkannya.

"Selain meyakinkan dalam bentuk omongan, lagi negosiasi, saya juga tetap mesti menjalankan perusahaan ini dan melayani publik. Orang yang sudah beli tiket kan mesti terlayani dengan baik jadi saya mesti memastikan Garuda tetap beroperasi," tutupnya.

(aid/das)