5 Fakta Penjual Toko Online Ditagih Pajak hingga Rp 35 Juta

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 19:00 WIB
Ilustrasi Belanja Online
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Viral di Twitter curhatan warganet yang mengaku tiba-tiba mendapat tagihan pajak saat dia berstatus sebagai penjual online. Curhatan itu awalnya dibagikan oleh pengguna Facebook Kania Putri Dewi dan kemudian diunggah ulang oleh akun Twitter @txtonlshop.

"Yang udah berjualan dan baru dagang onlen, ingat kalo ada pajak. Ternyata selama ini data transaksi seller sopi diterima oleh kantor pajak, nggak tahu kalo mp (marketplace) lain, kayaknya sih iya juga. Doi belum punya NPWP, 2 tahun nggak bayar pajak kena 35 juta," tulis akun @txtdarionlshop dikutip, Rabu (24/11/2021).

Berikut beberapa faktanya:

1. Ditagih Pajak Puluhan Juta

Pengunggah, Karina menceritakan, jika dia harus membayar pajak jutaan rupiah. Sedangkan temannya lebih besar hingga Rp 35 juta. Dalam postingannya tersebut, ia juga membagikan bukti surat keterangan dari Direktorat Jenderal Pajak.

"Saya harus bayar pajak ke pratama sekian juta. Temen saya juga kena sekitar 35 juta. Yg belum kena tunggu saja. Mulai sekarang perhitungkan jualan di sh*p*e dengan potongan pajak, admin dll. Kecuali bagi yang sudah memiliki NPWP karena akan terdeteksi langsung biasanya. Semoga bisa menjadi perhatian untuk lebih cerdas memperkirakan harga yang akan kita jual," tulisnya.

2. Penjual Online Termasuk Wajib Pajak

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor mengatakan pelapak di toko online termasuk sebagai wajib pajak (WP).

"Pajak pada transaksi e-commerce sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. Pada dasarnya, pelaku usaha (merchant) atau pedagang pada platform e-commerce juga merupakan pelaku usaha yang juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak seperti pelaku usaha pada sektor yang lain," kata Neilmaldrin kepada detikcom, Rabu (24/11/2021).

Tarif pajak dan cara dapat NPWP di halaman berikutnya.