Jerman Bakal Legalkan Ganja, Bisa Kerek Penerimaan Pajak

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 25 Nov 2021 09:31 WIB
ganja
Ilustrasi/Foto: thinkstock
Jakarta -

Pemerintahan baru Jerman kemungkinan akan melegakan dan mengizinkan ganja untuk hiburan. Hal ini menjadi kesepakatan pemerintahan baru di Jerman pada Rabu lalu.

Dalam kesepakatan itu, Partai Social Democrats (SPD), Green and libertarian Free Democrats (FDP) telah menyetujui aturan tersebut dan akan mengumumkan UU-nya.

Padahal, di kawasan Eropa sendiri menjadi wilayah yang banyak melarang ganja untuk diedarkan secara bebas. Biasanya hanya untuk pengobatan dan itu terbatas.

"Kami akan mengevaluasi undang-undang (gulma) setelah empat tahun untuk dampak sosial," bunyi pakta dari kesepakatan pemerintah dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2021).

Dengan aturan baru ini Jerman bisa menjadi contoh di Eropa yang masih membatasi ganja. Melegalkan ganja, disebut akan mengurangi aktivitas pasar gelap.

"Jerman akan memiliki peran perintis. Penting untuk menjadi kisah sukses karena itu akan membuka jalan bagi negara lain untuk menerapkan undang-undang serupa," kata pendiri perusahaan ganja Jerman Cantourage, Florian Holzapfel

Tidak hanya itu, juga akan mengurangi polisi yang waktunya sering habis hanya untuk menangani soal ganja dan kemudian melegalkan ganja akan meningkatkan pajak.

Lalu, melegalkan ganja disebut akan menghemat biaya negara sekitar 4,7 miliar euro dan menciptakan 27.000 lapangan kerja baru.

Menurut laporan European Cannabis Report oleh firma riset Prohibition Partners, pasar Eropa diproyeksikan tumbuh menjadi 3,2 miliar euro pada 2025, naik dari 403 juta euro pada akhir 2021. Pertumbuhan seperti itu dapat mendorong perusahaan ganja besar AS dan Kanada, serta industri ganja di Jerman masih baru.

Simak juga Video: Aturan Malaysia soal Penggunaan Ganja untuk Medis

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)