Harga Minyak Mahal, Emak-emak dan Tukang Gorengan Menjerit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Nov 2021 09:36 WIB
Harga Minyak Mahal, Emak-emak dan Tukang Gorengan Menjerit
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Harga minyak goreng saat ini melambung tinggi. Kementerian Perdagangan menyebut penyebabnya adalah harga crude palm oil (CPO) yang tinggi dan menyebabkan harga minyak mahal.

Emak-emak dan pedagang gorengan menjerit karena mahalnya harga minyak ini. Salah satunya penjual nasi uduk yang juga menjual berbagai macam gorengan di daerah Duren Mekar, Depok, Hariani mengaku sangat terdampak dengan mahalnya harga minyak.

"Aduh mahal banget harga minyak, bikin menjerit ini," kata dia saat ditemui detikcom, Kamis (25/11/2021).

Hariani mengatakan, meskipun harga mahal dia tak menaikkan harga juag gorengannya. "Kita juga nggak naikin harga, kata suami saya, walaupun untungnya sedikit yang penting lancar aja," jelas dia.

Harga Minyak Mahal, Emak-emak dan Tukang Gorengan MenjeritHarga Minyak Mahal, Emak-emak dan Tukang Gorengan Menjerit Foto: Sylke Febrina Laucereno

Dia mengungkapkan dalam satu hari dia biasanya membeli 10 liter minyak goreng. Saat kondisi normal sekitar Rp 115 ribu. Namun sekarang dia membeli dengan harga Rp 210 ribu.

Saat ini Hariani menjual 12 jenis gorengan untuk pelengkap jualan nasi uduk dan ketupat sayurnya. "Saya nggak mau pakai minyak curah, biasanya saya pakai minyak kemasan dan saya juga rajin cari promo. Tapi sekarang udah nggak ada promo," jelasnya.

Meskipun harga minyak mahal, dia tak mengurangi besar dan jenis gorengan yang dia jual. Hariani mengharapkan jika harga minyak bisa kembali seperti sedia kala.

Kemudian salah satu warga Depok, Yuni juga mengeluhkan mahalnya harga minyak saat ini. "Minyak kemasan mahal banget, minyak curah juga jadi mahal," jelasnya.

Untuk menyiasati mahalnya harga minyak ini. Yuni mengaku menjadi lebih irit dalam menggunakan minyak goreng. Misalnya mengurangi masakan yang digoreng. Menjadi lebih banyak dikukus atau direbus.

"Jadi minyak biasanya untuk numis-numis aja," ujar dia.

Selain Yuni, Budiarti juga merasa berat dengan mahalnya harga minyak ini. Pasalnya selain untuk konsumsi dia juga menjual minyak di warungnya.

"Ini minyak mahal banget, saya juga jadi susah untuk jual lagi mahal banget. Belinya juga mahal," jelas dia.

Dia mengaku saat ini menghentikan sementara penjualan minyak hingga harga kembali normal.

Lihat juga Video: Sepekan Harga Minyak Goreng Curah-Kemasan Alami Kenaikan di Purwakarta

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)