Dunia Lagi Digoncang Inflasi, Sri Mulyani Waspadai Harga-harga Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 25 Nov 2021 17:44 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati turut menaruh perhatian terhadap inflasi yang terjadi di negara-negara maju. Meski di Indonesia disebut masih terkendali, pihaknya tetap mewaspadai beberapa komoditas yang berpotensi terjadi kenaikan.

"Meskipun saat ini kita pada level yang cukup terkendali dan rendah 1,66%, namun kita harus melihat seluruh komponen inflasi apakah ada potensi kenaikan pada saat pemulihan ekonomi, sisi permintaan akan mengalami kenaikan menjelang akhir tahun dan juga karena kondisi COVID yang terkendali," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (25/11/2021).

Sri Mulyani mewaspadai beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti pakan, alas kaki, perlengkapan rumah tangga, hingga transportasi.

"Kita lihat pakan dan alas kaki ada sedikit kenaikan tapi masih di bawah level yang rendah. Perlengkapan rutin rumah tangga juga mengalami tendensi kenaikan. Dan kita lihat makanan dan minuman masih relatif stabil. Untuk transportasi terjadi kenaikan dan ini perlu kita lihat karena sangat berkaitan erat dengan mobilitas dari masyarakat," jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sri Mulyani, harga komoditas energi dan pertambangan juga meningkat. "Seiring permintaan yang meningkat, harga komoditas energi meningkat tajam. Beberapa sudah mengalami koreksi, namun kita melihat dinamika migas dan batu bara sangat-sangat dinamis," tuturnya.

Sri Mulyani menilai kenaikan harga komoditas ini harus disikapi dengan hati-hati. Sebab, kenaikan harga akan menyebabkan tekanan inflasi yang sudah dirasakan di berbagai negara.

"Di Amerika Serikat (AS), inflasi sudah 6,2%, tertinggi sejak 30 tahun terakhir. Ini tantangan nyata, bagaimana langkah-langkah menjinakkan inflasi tanpa mengguncang dunia," ucapnya.

"Negara-negara emerging inflasinya juga sudah tinggi. Argentina 52% inflasinya selama dua kuartal berturut-turut. Turki juga inflasinya mencapai 20% dengan nilai tukar mengalami depresiasi tajam 35,5%," tambahnya.

Simak juga Video: Sri Mulyani Minta Waspadai Inflasi AS

[Gambas:Video 20detik]




(aid/eds)