Sri Mulyani ke PNS: Tak Ada Konsep Ditempatkan di Papua Dibuang, Salah!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 14:42 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal stigma Papua yang banyak dianggap sebagai tempat 'buangan' bagi para pegawai negeri sipil (PNS). Pemikiran itu dinilai salah besar.

"Tidak ada lagi konsep bahwa kalau ditempatkan di Papua dianggap sebagai dibuang, itu sama sekali salah. Justru ini merupakan sebuah titik karir yang sangat menentukan dan penting," kata Sri Mulyani yang disiarkan dari YouTube Kemenkeu, Jumat (26/11/2021).

Hal itu dikatakan Sri Mulyani saat meresmikan Gedung Keuangan Negara (GKN) di Jayapura. Di Kemenkeu sendiri, semua pejabat yang ditempatkan di Papua diklaim sebagai kandidat terbaik dan diberikan promosi jabatan.

"Seluruh pimpinan banyak yang ditempatkan di sini adalah hasil promosi ya, karena kita konsepnya yang ditempatkan di Papua ini adalah orang-orang yang terbaik. Orang-orang yang berprestasi kita akan tugaskan di Papua sehingga prestasinya akan menular di tanah Papua dan kinerjanya serta dalam hal ini karirnya juga akan semakin baik," tuturnya.

Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi stigma bahwa PNS yang ditempatkan di Papua dianggap sebagai 'buangan'. Mereka justru diharapkan dapat mengukir prestasi demi nama Indonesia.

Dalam kesempatan itu Sri Mulyani meminta Gedung Keuangan Negara Jayapura dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat. Dengan suasana kantor yang bersih dan nyaman, bisa menciptakan suasana kerja yang lebih semangat untuk menciptakan kolaborasi sinergi dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan disiplin kerja.

"Saya tadi nengok ke toiletnya masih bagus dan masih kinclong. Semoga tahun depan saya ke sini masih kinclong juga karena biasanya tingkat kebersihan dari suatu institusi dan dalam diri Anda sendiri secara pribadi itu tidak dilihat dari ruang tamunya, tapi dari toiletnya. Tapi jangan cuma dipelihara toiletnya yang lain nggak, maksudnya semuanya dipelihara secara baik," jelasnya.

Gedung Keuangan Negara Jayapura memiliki 10 lantai yang dibangun di atas tanah 6.238 M2 dengan luas bangunan 11.400 M2. Pembangunannya memakan waktu tiga tahun dengan menghabiskan biaya Rp 244 miliar.

"Untuk bangunan Gedung Keuangan Negara Jayapura ini dananya Rp 244 miliar. Pembangunannya dilakukan selama 3 tahun, jadi multi years," kata Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi dalam kesempatan yang sama.

(aid/eds)