Trenggono Ingin Pusat Perikanan NTT Jadi Lokasi Wisata

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 16:11 WIB
Trenggono Ingin Pusat Perikanan NTT Jadi Lokasi Wisata
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Rote Ndao di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Trenggono meminta pengelola agar fasilitas yang ada di SKPT dioptimalkan untuk mendorong peningkatan produktivitas para nelayan.

"Ini harus bisa dioptimalkan untuk membantu masyarakat nelayan di sini," kata Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

SKPT Rote Ndao yang beroperasi sejak tahun 2019 memiliki sejumlah fasilitas seperti cold storage, pabrik es, pasar ikan, kolam labuh kapal, hingga breakwater. Namun pemanfaatannya dinilai belum optimal dan banyak fasilitas yang perlu dilakukan perbaikan.

Trenggono juga meminta jajarannya untuk menata ulang infrastruktur SKPT agar pemanfaatannya lebih optimal. Ia mengatakan fasilitas tersebut berpotensi untuk dijadikan pariwisata khususnya untuk kuliner ikan.

"Tolong pak Dirjen (Perikanan Tangkap) ya didesain kembali. Ini bagus sekali jika ada fish market dan restoran apung untuk wisata karena (panorama) alamnya mendukung. Biar hidup di sini ekonominya," ungkap Trenggono.

Selain itu, Trenggono meminta jajarannya bersama Pemda mendata kampung-kampung nelayan untuk ditata dan dikembangkan menjadi lebih produktif dalam menghasilkan produk perikanan berkualitas.

Sebagai informasi, nelayan di Rote Ndao yang jumlahnya mencapai 3.500 KK, sebagian besar merupakan nelayan tradisional yang menggunakan perahu untuk melaut. Sisanya menggunakan kapal ukuran 3 sampai 5 GT.

Dari sisi produktivitas, berdasarkan data tahun lalu, jumlah tangkapan ikan secara keseluruhan sebanyak 3.696 ton dengan komoditas terbanyak kakap, kerapu, tongkol, dan tenggiri. Sementara untuk yang bukan ikan, terbanyak adalah cumi-cumi disusul teripang.

Selain perikanan tangkap, perikanan budidaya mulai berkembang di Rote Ndao khususnya budidaya lobster. Pada kunjungan kerjanya ke NTT, Trenggono turut meninjau langsung lokasi keramba jaring apung budidaya lobster yang ada di Pulau Mulut Seribu. Ia mendukung penuh pengembangan yang dilakukan dan meminta pengelola agar pelaksanaannya tetap menjaga kelestarian ekosistem.

Di samping itu, Trenggono meminta pengelola keramba jaring apung tersebut mengutamakan tenaga kerja lokal untuk membantu operasional keramba yang totalnya ada 25 lubang tersebut.

(akd/ara)