Sri Mulyani yang Selalu Dekat Dengan Krisis

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 10:05 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi bendahara negara. Sri Mulyani mengaku kariernya hingga bisa menjadi seperti sekarang ini lahir sejak krisis moneter 1997/98.

Sri Mulyani yang merupakan lulusan master di Amerika Serikat (AS) tahun 1992 saat itu pulang ke Indonesia memulai kariernya sebagai dosen dan pengurus di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Tak lama setelah itu, krisis pun menyerang Indonesia di tahun 1997/98 dan Sri Mulyani menjadi ekonom yang saat itu diminta menjelaskan bagaimana dampak krisis ini ke Tanah Air.

"Banyak sekali masyarakat yang nggak tahu, even dalam lingkungan akademik saja what is happening? what is going on?" kata Sri Mulyani dalam podcast Endgame, dilihat dari kanal YouTube Gita Wirjawan, Jumat (10/12/2021).

"Jadi karier saya dibentuk situasi krisis itu yang menyebabkan pada saat itu kebutuhan adanya ekonom yang bisa menjelaskan relatif gampang mengenai how complex the crisis and the implication pada Indonesia." lanjutnya.

Mantan Direktur Bank Dunia itu menceritakan bagaimana krisis 1997/98 mengubah sistem keuangan negara saat itu menjadi sama sekali berbeda. Saat itu, Bank Indonesia (BI) yang berada di bawah Kementerian Keuangan sebagai dewan moneter menjadi independen.

"Keuangan negara yang tadinya nobody look at it, sekarang harus melalui proses dengan DPR, diaudit sama BPK, dan dipertanggungjawabkan lagi di DPR. Dan sistem akuntansinya I can talk very long about this reform di keuangan negara." ujar Sri Mulyani.

Singkat cerita, Sri Mulyani kemudian ditunjuk menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2005-2010. Saat itu, Sri Mulyani juga bersinggungan dengan krisis keuangan di tahun 2008.

Setelah didapuk menjadi direktur bank dunia, wanita kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962 itu pun balik ke Indonesia untuk kembali menjadi Menteri Keuangan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2016. Dan lagi-lagi, Sri Mulyani harus berhadapan dengan krisis yang saat ini menimpa seluruh dunia termasuk Indonesia yang diserang pandemi COVID-19.

(eds/ara)