Petani Bisa Dapat Modal dari Bank hingga Asuransi Gagal Panen, Caranya?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 13:35 WIB
Program Makmur di Subang
Program Makmur di Subang/Foto: Istimewa
Jakarta -

Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan banyak keuntungan kepada petani, salah satunya di wilayah Bengkulu. Keuntungan yang paling nyata adalah peningkatan produktivitas dan penghasilan pertanian.

Program Makmur Pupuk Indonesia resmi diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021 di Subang, Jawa Barat. Program yang memiliki singkatan Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini sudah diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia.

"Hari ini kami sampai di Bengkulu Utara, karena program Makmur ada sampai di kecamatan, seperti di Lampung, Sumatera Barat, Jawa Barat, saya cek di lapangan berjalan baik," kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam keterangannya, Jumat (10/12/2021).

Arya mengunjungi Desa Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu untuk mengajak petani bergabung pada program Makmur Pupuk Indonesia. Pasalnya program ini memberikan banyak manfaat dari sisi produktivitas dan penghasilan.

Menurut dia, petani yang tergabung pasti mendapatkan banyak untuk mulai dari peningkatan produktivitas maupun penghasilan. Pasalnya, program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

Dengan begitu, kata Arya, petani yang ikut program Makmur ini mendapat bimbingan dari semua pihak yang terlibat dalam ekosistem, pendanaan dari lembaga keuangan dalam hal ini perbankan, jaminan asuransi, hingga penyerapan produksi.

"Pendanaannya salah satunya dari perbankan BUMN, nanti dikasih pinjam untuk beli bibit, beli pupuk, dikasih pinjam untuk olah lahan. Kemudian supaya bapak-bapak (petani) aman kalau gagal panen ada asuransinya Askrindo dan Jamkrindo, kalau gagal panennya bapak tenang karena ditanggung asuransi, tidak ada ruginya," jelas Arya.

Tidak hanya itu, Arya juga berkeinginan untuk mengkolaborasikan program Makmur Pupuk Indonesia dengan program Mekar yang mana bisa membantu para ibu rumah tangga mendapatkan modal untuk menjalankan usaha.

"Targetnya kita ingin semua petani masuk makmur di sini, di sini kan ada 350 hektar. Kita berharap bisa membantu petani dan kita tawarkan juga ibu-ibu ikut program Mekar, dan kami yakin petani berharap program ini berjalan baik," katanya.

Hari ini program Makmur kembali dilaksanakan di lahan seluas 150 hektar di Desa Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan komoditas padi. Project leader program ini adalah PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia. Adapun jumlah petani yang terlibat dalam program Makmur ini sebanyak 248 petani.

(ara/ara)