Duh! Kenaikan Tarif Angkut Kontainer Diprediksi Lanjut ke 2022

ADVERTISEMENT

Duh! Kenaikan Tarif Angkut Kontainer Diprediksi Lanjut ke 2022

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 12 Des 2021 18:01 WIB
Kesibukan pelayanan bongkar muat di dermaga peti kemas ekspor impor (ocean going) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dipastikan tetap berjalan maksimal di tengah persiapan menyambut kunjungan Ratu Kerajaan Denmark Margrethe II bersama suaminya, Prince Henrik , Jakarta, Kamis (15/10/2015). Ratu Margrethe II dan Price Henrik akan berkunjung ke lokasi ini pada pekan depan, Kamis (22/10). Seperti diketahui Maersk Line, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia asal Denmark saat ini menjadi pengguna utama Pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Kehadiran Ratu Denmark menunjukkan kepercayaan negara asing terhadap kualitas pelayanan pelabuhan di Indonesia. Dalam satu tahun kapasitas pelayanan bongkar muat Pelindo II mencapai 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Agung Pambudhy/Detikcom
Foto: agung pambudhy/detikcom
Jakarta -

Beberapa perusahaan pelayaran domestik akan memberlakukan sistem floating booking space khusus untuk pengiriman kontainer mulai Januari 2022. Sistem ini diberlakukan baik yang melakukan booking langsung ke pelayaran maupun yang melalui jasa forwarder nasional.

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto mengatakan sistem itu akan menyulitkan para pelaku logistik terutama perusahaan jasa logistik terintegrasi (3PL) dan pengguna yang tidak menggunakan jasa 3PL. Pasalnya tidak ada jaminan ruang (space) dan rencana booking untuk pengiriman kontainer antar pulau, sehingga peningkatan tarif tidak bisa dihindarkan.

"Sistem floating booking space berpotensi berdampak terhadap peningkatan tarif pengangkutan kontainer karena kontainer tersedia tetapi ruang di kapal tidak tersedia," kata Sugi kepada detikcom, Minggu (12/12/2021).

Padahal selama 2021 ini sudah terjadi kenaikan tarif angkut kontainer yang sangat tinggi. Menurut Sugi, untuk kota-kota strategis dengan volume kontainer yang cukup besar seperti Makassar terjadi kenaikan antara 30-80% dan Medan antara 30-60% di 2021.

"Kenaikan tarif yang terjadi sejak triwulan II-2021 itu kemungkinan berlanjut pada tahun 2022," tuturnya.

Saat ini, kata Sugi, para pengusaha sedang menunggu tanggapan dari pelayaran nasional. Sebab kondisi tersebut bertolak belakang dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penurunan biaya logistik.

"Beberapa upaya seperti program Tol Laut sudah dilakukan untuk penurunan harga barang terutama mengurangi disparitas harga di wilayah timur," tandasnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT