ADVERTISEMENT

Bisnis Properti Tanpa Modal, Apa Bisa ?

detikTV - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 11:33 WIB
Jakarta -

Mimpi memiliki rumah dengan gaji Upah Minimun Regional (UMR) bukan isapan jempol. Tidak hanya punya properti, milenial gaji UMR bisa berbisnis properti tanpa modal asal tahu ilmu.

"Sebenarnya bisnis tanpa modal di bidang properti adalah dengan cara kita bantu kepentingan orang lain. Caranya ada dua kalau kita mau jadi agen properti profesional ada juga agen properti independen," ujar Founder Ternak Properti, Dimas Dwi Ananto dalam acara d'Mentor detikcom, Rabu (15/12/2021)

Lebih lanjut Dimas menyarankan untuk pemula yang baru mulai berbisnis bisa gabung dengan agen properti profesional. Tujuannya untuk mendapatkan ilmu cara negosiasi ke penjual dan pembeli.

"Yang namanya penjual pingin di harga pasaran pingin mahal, tapi pembeli pingin di harga murah. Ketika ada orang yang jual properti yang mahal, bagaimana caranya pertama kita telepon dulu misalnya harga Rp 1 miliar, jadi di brain stroming dulu dia (pemilik properti)," lanjut Dimas.

Menurut Dimas informasi properti murah bisa diperoleh tidak hanya dari hasil lelang bank. Properti murah juga bisa didapat dari pengadilan hingga notaris.

"Kalau pengadilan ini banyak orang enggak tahu biasanya properti murah di bawah harga pasar karena dia harta gono gini, tetapi bukan berarti kita memanfaatkan orang lain tidak, karena disitu ada peluang. Jadi beli properti masa lalu, renovasi dan jual masa kini," paparnya.

Dimas mengatakan ketika sudah dapat informasi harga properti murah, kalian juga harus melakukan survei. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung harga pasaran properti yang dijual.

"Kita harus survei pasaran di situ harga berapa, depan belakang , kanan kiri tanya RT dan RW, kemudian di cek juga di situ pasaran berapa, kemudian ditanya lagi pemiliknya ada masalah atau tidak, banjir atau tidak dan seterusnya," kata Dimas.

Dimas mengatakan setelah dapat properti murah, renovasi bangunan untuk terlihat lebih baik. Kemudian jual properti dengan membuat tawaran harga menarik.

"Kalau cara jualan itu harus mempunyai data pembanding. Kita bisa jual di bawah harga pasaran tadi kenapa ? karena orang lebih menarik dengan cara apa ? kita kasih data pembanding atau dengan cara rumah itu kasih bisnis dijadikan kost-kostan atau mini market. Kalau kita ingin jual cepat, kita harus rela berbagi komisi ke para agent," tutupnya.

(ed/gah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT