Ramalan Harga Emas dan Saham Usai Omicron Masuk RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 07:30 WIB
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern
Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Kemarin kasus pertama COVID-19 varian baru Omicron sudah diumumkan di Indonesia. Hal ini membuat harga saham tertekan dan emas diramal akan melejit.

Dimulai dari harga emas yang diramal akan mengalami peningkatan. Hal ini karena pasar akan mencari tempat yang lebih aman untuk memarkirkan dananya.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan Omicron ini juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas dunia.

"Karena pembahasan tapering semalam di bank sentral AS, turut mengerek harga emas yang kembali mengalami kenaikan," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (16/12/2021).

Ibrahim mengungkapkan, saat ini harga emas sudah berada di kisaran US$ 1.785 per ons. Kemungkinan besar bisa naik ke level US$ 1.790.

Kemudian indeks harga saham gabungan (IHSG) juga diprediksi akan tertekan. Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengungkapkan IHSG diprediksi mengalami pelemahan.

"Pergerakan akan dibayangi kekhawatiran setelah diidentifikasinya kasus COVID-19 Omicron di Indonesia yang dikhawatirkan akan menyebar," kata dia.

Hari ini saja IHSG ditutup melemah di level 6.594,79 atau turun 0,47%. "IHSG ditutup melemah mengalami koreksi," ujar dia.

Hal ini terjadi meskipun bursa saham global ditutup menguat secara rata-rata setelah The Fed cukup optimis bisa mengontrol inflasi. Namun dari dalam negeri masih khawatir dengan munculnya Omicron.

Analis pasar modal Hans Kwee mengatakan sejauh ini pelemahan di pasar terjadi karena kepanikan yang sementara saja. Mulai besok dan beberapa hari ke depan pasar akan kembali menggeliat.

"Tadi melemah ketika berita Omicron, jadi terkoreksi karena pengumuman itu. Tapi semua ini yang positifnya ternyata cuma di Wisma Atlet aja artinya belum ada kasus di tengah masyarakat, dan semua masih terkendali. Pasar mungkin cuma hari ini aja terkoreksi besok terkonsolidasi," ungkap Hans.

Masalah Omicron, menurutnya sejauh pemerintah bisa mengendalikannya pasar akan tetap tenang dan tidak terlalu bergejolak. Namun, bila penyebaran ternyata meluas, pasar akan kembali bergejolak.

"Tinggal lihat sehari dua hari besok, apakah Omicron ini tersebar di masyarakat atau tidak. Kalau iya ya market akan turun lagi," ujar Hans.

Simak Video 'Kala Jokowi Minta Warga Jangan Panik Ada Omicron di Tanah Air':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/zlf)