Varian Omicron Masuk RI Bikin IHSG Ambruk, Kapan Ngegas Lagi?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 18:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menukik ke zona merah siang ini. Itu terjadi ketika pemerintah mengumumkan kasus COVID-19 varian omicron.

Siang ini, IHSG berada di posisi 6.585,64 atau melemah sebanyak 0,61%. Padahal, IHSG berada di zona hijau saat pembukaan yakni di level 6.648,28. IHSG bergerak di level tertinggi 6.661,94 dan terendah di level 6,581,32.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaib mengatakan, varian omicron memang menjadi perhatian pelaku pasar. Hal tersebut tampak pada IHSG yang kemudian berbalik arah.

"Dari mulai awal omicron memang sudah didengungkan-dengungkan oleh WHO yang berasal dari Afrika dan sudah menyebar di hampir semua wilayah termasuk Indonesia. Walaupun baru satu orang yang kena, ini mengindikasikan Indonesia berhati-hati dengan omicron, karena omicron ini penyebarannya 70 kali lebih cepat dibandingkan varian delta yang hanya 24 jam," terangnya, Kamis (16/12/2021).

"Ini yang ditakutkan oleh pemerintah maupun oleh pelaku pasar sehingga ini berdampak pada indeks saham gabungan yang saat ini beralih yang tadinya menghijau menjadi merah. Pasar kemungkinan besar hanya bersifat sementara karena penanganan COVID di Indonesia cukup bagus dan pemerintah proaktif lakukan vaksinasi. Ini yang akan mendorong rupiah dan IHSG mengalami penguatan," sambungnya.

Senada, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan IHSG diproyeksi masih bisa menguat hingga tutup tahun. Ia memperkirakan, IHSG bertengger di level 6.688-6.800.

"Masih optimis IHSG akhir tahun bisa di atas level saat ini. Adapun target kisaran IHSG di 6.688-6.800," ujarnya.

Dia menambahkan, varian omicron tidak memberikan dampak terlalu besar pada IHSG sebagaimana ketika varian delta sampai ke Indonesia. Apalagi, kata dia, biasanya pada akhir tahun ada window dressing.

"Ya dampaknya nggak terlalu, sebagai contoh pada saat varian delta tidak terlalu ngefek ke IHSG. Apalagi tahun ini aksi window dressing peluangnya masih sangat besar jika dilihat dari historikal di mana IHSG selalu tumbuh di bulan Desember ini," katanya.

IHSG masih bertahan di zona merah pada perdagangan saham hari ini. IHSG ditutup pada level 6.594,79, melemah sebanyak 0,47%.

Lihat juga video 'Omicron Masuk RI, Sufmi Dasco Minta Pemerintah Perketat Akses Masuk':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)