Paus Terdampar di Cianjur Dimakan Warga, Begini Respons KKP

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 18:15 WIB
Sejumlah tim gabungan memeriksa bangkai ikan paus yang terdampar di pantai Bungko, Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (13/4/2021). Bangkai ikan paus yang diduga jenis Paus Sperma (Physeter macrocephalus) sepanjang 15 meter itu ditemukan terdampar oleh nelayan dalam kondisi mati pada Minggu (11/4) lalu. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Beberapa bulan lalu, publik digemparkan dengan hiu paus tedampar dan dagingnya dipotong oleh warga di Pantai Cirarangan, Kabupaten Cianjur. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut mengungkap peristiwa itu karena kurang pengetahuan masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan kala melihat mamalia laut terdampar.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Andi Rusandi mengatakan kendalanya karena masih banyak masyarakat di daerah terpencil dan terpelosok yang tidak terakses teknologi komunikasi.

"Akhirnya dari pada cari ikan itu dipotong-potong saja. Bukannya mereka tidak aware. Tetapi ini perlu effort. Untuk mensosialisasinya kami bermitra dengan beberapa NGO (Non-Governmental Organizatio/ Lembaga Swadaya Masyarakat)," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (17/12/2021).

Selain sosialisasi, pihaknya juga akan meningkatkan penelitan penyebab kematian atau terdamparnya mamalia tersebut. Hal itu dilakukan dengan bermintra dengan IAM Flying Vet (Indonesia Aquatic Megafauna - Flying Vet) yang merupakan asosiasi Dokter Hewan.

"Kami sudah bermitra dengan Flying Vet perkumpulan dokter hewan. Nanti hewan terdampar dilihat dan mikropsi istilahnya, dilihat apa penyebab dan lain sebagainya," tuturnya.

Menurutnya, dengan cara itu bisa melihat bagaimana kondisi sehat atau tidaknya laut yang menjadi habitat mamalia terdampar itu.

"Dari situ maka pemerintah akan mengeluarkan kebijakan apa penyebabnya kematian itu. Selain itu, kami juga melakukan publikasi masyarakat yang jauh dari fasilitas komunikasi," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam catatan detikcom pada Meinggu (26/9) ada Seekor hiu paus tutul terdampar di Pantai Cirarangan, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Paus yang ditemukan dalam keadaan mati itu dipotong-potong warga untuk dijadikan bahan makanan.

Informasi yang dihimpun detikcom, hiu paus itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan, sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah didekati, ternyata hewan dilindungi tersebut terdampar dalam kondisi sudah mati.

Warga yang mendapati ada hiu paus yang terdampar dengan kondisi sudah mati pun langsung memotong hewan tersebut. Daging hiu paus tersebut dipotong untuk diolah menjadi makanan.

"Langsung direcah (dipotong-potong) warga, dimanfaatkan untuk diolah jadi makanan," ujar Iing (50), warga sekitar, Minggu (26/9/2021).

Akibatnya dalam beberapa jam, hiu paus sepanjang 4 meter dengan bobot sekitar 2 ton itupun ludes tak tersisa.

(eds/eds)