Dianggap Rendah Emisi Karbon, Pembangkit Nuklir Kini Dilirik Lagi

Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 10:10 WIB
Berikut ini adalah 10 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di dunia. Cek penampakannya.
Foto: Istimewa/rankred.com.
Jakarta -

Mungkin masih ada banyak orang yang sering kali merasa takut ketika mendengar istilah nuklir. Hal ini lah yang membuat sebagian masyarakat merasa tidak yakin dengan penggunaan nuklir sebagai sumber energi.

Terlebih lagi setelah sebelumnya berbagai kecelakaan yang melibatkan pembangkit listrik tenaga nuklir sempat terjadi. Seperti contoh kecelakaan di Fukushima, Chernobyl, dan Pulau Three Mile masih membayangi, memicu skeptisisme dan ketakutan serta menghalangi investor untuk mendanai proyek-proyek nuklir ini.

Namun dikarenakan saat ini sedang terjadi krisis iklim dan sumber energi terbarukan jadi sangat dibutuhkan, sejumlah pemerintah dan investor dari berbagai negara mulai melihat potensi dari industri nuklir lagi. Tidak hanya pemerintah dan investor, sekarang ini sudah banyak orang mulai berpendapat kalau pengembangan teknologi nuklir ini perlu diberi kesempatan.

"Kita harus memberikan teknologi ini kesempatan," kata anggota Mothers for Nuclear, di Berlin - Jerman.

Sebab seperti yang sudah diketahui, tenaga nuklir merupakan salah satu sumber energi rendah karbon paling andal yang tersedia, meskipun pembangkit nuklir juga terkenal mahal untuk dibangun. Namun para pendukung pengembangan energi nuklir ini menekankan bahwa tenaga nuklir mengalir bahkan ketika matahari tidak bersinar dan angin tidak bertiup.

"Kami membutuhkan energi terbarukan untuk dilengkapi dengan sumber energi 24/7 yang andal," kata James Hansen, ilmuwan iklim di Universitas Columbia.

Sebagai informasi, menurut Asosiasi Nuklir Dunia saat ini penggunaan energi nuklir telah menyumbang sekitar 10% dari produksi listrik dunia. Di beberapa negara, porsinya bahkan lebih besar, seperti di Amerika Serikat dan Inggris menghasilkan sekitar 20% listrik mereka dari energi nuklir, sdangkan di Prancis angka ini mencapai 70%.



Simak Video "Jokowi: Transisi Energi Akan Mengubah Pekerjaan Hingga Orientasi Bisnis"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)