ADVERTISEMENT

Mantan Menteri BUMN Ramal Garuda Bangkrut (Beneran), Perlu Dipertahankan?

Elsa Azzahra - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 17:30 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Dengan banyak isu yang menyinggung perihal bangkrutnya Garuda Indonesia, masih banyak pertanyaan apakah Garuda Indonesia sebagai Flag Carrier masih perlu dipertahankan?

Apalagi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sudah menyatakan bahwa secara teknis Garuda Indonesia sudah bangkrut, dengan ekuitas negatif mencapai Rp 40 triliun.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam Disway.id yang dikutip Kamis (23/12/2021) mengatakan, pertanyaan soal perlu atau tidaknya Garuda Indonesia diselamatkan cukup relevan untuk dilontarkan mengingat langkah pemerintah yang terkesan membiarkan maskapai nasional ini digugat. PKPU.

Dari sana, bisa diramalkan kapan Garuda benar-benar bangkrut.

"Kementerian BUMN akhirnya membiarkan Garuda digugat ke PKPU. Dengan demikian bisa jelas, kapan Garuda bisa tetap baik-baik saja atau (justru sebaliknya) tidak baik-baik saja," tutur dia.

Dahlan melanjutkan, secara teknik juga Garuda telah mengalami penurunan dikarenakan penyesuaian peraturan saat pandemi COVID-19, dimana terjadi pembatasan mobilitas masyarakat secara global yang membuat lebih dari satu maskapai penerbangan di dunia harus gulung tikar.

Dengan kondisi keuangan yang berdarah-darah membuat Garuda Indonesia harus tetap beroperasi meski dengan tertatih-tatih.

Diketahui juga maskapai nasioanl Garuda Indonesia terkesan melakukan business as usual, dimana tidak ada kreativitas dan strategi baru sebagai bentuk pertahanan, padahal jelas terlihat bahwa Garuda Indonesia sangat mengalami penurunan penumpang yang cukup drastis.

Selain itu, kebangkrutan ini disebabkan oleh menggunungnya beban cicilan dan sewa pesawat yang berhasil menyumbang utang senilai US$ 9,8 miliar atau setara Rp 139 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dari total aset yang dimiliki saat ini yaitu US$ 6,9 miliar atau Rp 9,8 triliun (Kurs Rp 14.206).

Kembali ke pertanyaan, perlukah Garudah Indonesia Dipertahankan?

Dalam perspektif bisnis murni, mempertahankan maskapai pembawa bendera nasional adalah hal yang sulit dilakukan, apalagi dengan sangat minimnya bantuan dana yang didapatkan.

Namun segala upaya tetap dilakukan, agar maskapai yang telah menjadi kebanggaan negara ini tidak bangkrut begitu saja.

"Kami tidak putus asa dan mencoba mencari bagaimana rumusan untuk bisa keluar dari permasalahan ini. Paling utama dilaukan transformasi bisnis karena kita memahami adanya inefisiensi rute dan operasional Garuda di masa lalu," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dallam rapat Komisi VI DPR RI Selasa (9/11).

Namun jika upaya penyelematan yang dilakukan tidak efektif, malah hanya akan memperburuk kondisi Garuda Indonesia di masa mendatang.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT