ADVERTISEMENT

Harga Barang Meroket tapi Upah Naik Tipis, Ekonom: Yang Miskin Tambah Miskin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 14:47 WIB
Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momen kenaikan bahan-bahan pokok.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga kebutuhan pokok meroket di tengah kenaikan upah minimum yang dinilai rendah. Hal ini dinilai bakal membuat jurang pemisah si kaya dan si miskin makin lebar.

Di tengah kondisi seperti ini, menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad kesenjangan sosial akan makin jelas.

Di tengah kenaikan harga yang terjadi, orang kaya dinilai akan lebih leluasa mengatur keuangannya. Pasalnya orang kaya lebih banyak memiliki cadangan uang dibandingkan kelompok menengah ke bawah.

"Dampak lainnya yang terjadi adalah kesenjangan akan makin tinggi, karena masyarakat menengah ke atas kan mereka lebih leluasa mengatur keuangannya. Melihat trennya, mereka banyak menyimpan uang di SBN dan sebagainya, ini cenderung akan meningkatkan kesejahteraan mereka saja," ungkap Tauhid kepada detikcom, Senin (27/12/2021).

Sementara bagi kalangan menengah ke bawah akan makin terbebani dengan adanya kenaikan harga dan upah yang tak kunjung membaik. Tauhid menilai kenaikan upah minimum tak mampu menyandingi kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Harga relatif naik pendapatan juga naik tipis, apa bisa mengantisipasi kenaikan harga? Orang yang miskin ya akan makin sulit," kata Tauhid.

Senada dengan Tauhid, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, akan banyak masyarakat golongan menengah dan menengah ke bawah yang bekerja, bukan pengangguran, dan memiliki upah namun akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Dia bekerja sementara pendapatan yang diterima tidak cukup untuk biaya hidup. Gawat kalau begitu ada kemiskinan terselubung tahun depan," ungkap Bhima kepada detikcom.

Sementara masyarakat dari golongan menengah ke atas tidak akan merasakan kesulitan meski harga-harga naik. Pasalnya golongan ini masih memiliki tabungan yang tebal. Dengan begitu, ketimpangan sosial akan makin lebar.

"Orang kaya masih punya tabungan, sehingga kenaikan inflasi 5% masih bisa diakomodir, sementara yang menengah rentan bisa jatuh miskin. Ketimpangan makin lebar," ungkap Bhima.



Simak Video "Junimart: Sembako Bergambar Puan Adalah Kesepakatan Semua Anggota Fraksi PDIP"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT