Bahan Pokok Naik, Pengusaha Warteg Naikkan Harga Menu?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 16:05 WIB
Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) mengkritik aturan makan 20 menit selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Pedagang warteg sedang dipusingkan dengan harga kebutuhan pokok yang terus naik. Bagaimana tidak, sebagian menunya yang membutuhkan cabai, minyak goreng, hingga telur harganya terus melambung.

Ketua Koordinator Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok ini selalu terjadi setiap momen Natal dan Tahun Baru. Dia pun menyayangkan sikap pemerintah yang seakan tidak sigap dengan gejolak harga yang terjadi setiap tahun.

"Para pedagang warteg menyikapi beberapa harga komoditi yang menjadi bahan baku menu warteg cukup prihatin dan keberatan karena pemerintah belum bisa mengantisipasi kenaikan harga-harga komoditi. Harusnya pemerintah sigap dengan gejolak harga tiap tahunan," kata Mukroni saat dihubungi detikcom, Senin (27/12/2021).

Pengusaha warteg mengaku saat ini belum menaikkan harga menu karena mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Tetapi jika kenaikan bahan pokok ini berlanjut sampai 2022, bukan tidak mungkin pihaknya akan naikkan harga.

"Kami menunggu waktunya, biasanya ini ritual tahunan, kalau sudah melewati tahun baru biasanya turun. Kalau tidak, ya kami kurangi porsinya atau naikin harga," tuturnya.

"Sementara kami untung sedikit, bertahan supaya pelanggan tidak lari. Apalagi masih suasana pandemi, tidak tega menaikkan harga, sementara daya beli rakyat belum pulih," tambahnya.

Pengusaha warteg tidak mau terburu-buru menaikkan harga menu karena takut ditinggal pelanggan.

"Ini risikonya pelanggan bisa enggan makan di warteg karena harga menu warteg mulai mahal," tandasnya.

(aid/dna)