Bukan Cuma Bulog, Ini Daftar BUMN yang Terjerat Utang Triliunan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 16:45 WIB
BUMN utang Rp 5.000 T
Foto: Kiagoos Auliansyah

4. Krakatau Steel

Menteri BUMN Erick Thohir pernah menyinggung PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memiliki utang US$ 2 miliar atau berdasarkan perhitungan perusahaan sebesar Rp 31 triliun. Dia mengatakan, utang ini salah satunya dipicu oleh investasi US$ 850 juta untuk proyek blast furnace yang mangkrak.

"Ini kan hal-hal yang tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi, dan kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini kembali bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).

5. PTPN

PTPN memiliki utang Rp 43 triliun. Utang tersebut merupakan penyakit lama dan terdapat korupsi terselubung. Informasi ini diungkap oleh Erick Thohir.

"Contoh yang kita lakukan di PTPN di situ ada warnanya kuning, merah, hijau step-nya istilahnya. Di mana step-step yang harus dilakukan ketika PTPN punya Rp 43 triliun dan ini merupakan penyakit lama yang kita sudah tahu dan ini suatu korupsi yang terselubung, yang memang harus dibuka dan dituntut yang melakukan," katanya dalam rapat Komisi VI, Rabu (22/9/2021) lalu.

6. PLN

PT PLN (Persero) punya utang yang sangat besar, yakni mencapai Rp 500 triliun. Erick Thohir pernah mengatakan, salah satu cara untuk membenahi keuangan PLN ialah menekan 50% belanja modal (capital expenditure/capex).

"PLN itu utangnya Rp 500 triliun, tidak ada jalan kalau PLN itu tidak segera disehatkan. Salah satunya kenapa sejak awal kami meminta capex PLN ditekan sampai 50%, kalau bapak-bapak, ibu-ibu ingat waktu itu seperti itu," katanya saat rapat dengan Komisi VI, Kamis (3/6/2021) lalu.

"Alhamdulillah PLN bisa menekan capex sampai 24%, Rp 24 triliun sehingga itu yang menjadi cashflownya lebih baik," tambahnya.

7. Waskita Karya

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan mengungkap beban utang perusahaan mencapai Rp 54 triliun. BUMN konstruksi tersebut berupaya mengurangi beban tersebut dengan melepas ruas tol secara bertahap sejalan dengan penyelesaian pembangunan tol.

"Beban tol Waskita untuk investasi ini kurang lebih Rp 50an triliun, Rp 53 triliun-Rp 54 triliun ini yang harus kami selesaikan," jelasnya dalam webinar, Kamis (8/4/2021) lalu.


(fdl/fdl)