Harga Cabai Rawit Mahal, Masyarakat Diminta Pakai Cabai Olahan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 18:10 WIB
Pedagang sayur melayani pembeli di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Rabu (6/1/2021). Harga cabai rawit merah di daerah tersebut naik dari Rp80 ribu menjadi Rp97 ribu per kilogram sejak dua hari lalu akibat pasokan berkurang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/rwa.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Jakarta -

Untuk melakukan stabilisasi harga barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru terutama untuk komoditas yang mengalami gejolak harga, Kementerian Perdagangan memiliki sejumlah strategi untuk menormalkan harga.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menjelaskan untuk komoditas daging ayam dan telur ayam ras, Kemendag menugaskan BUMN untuk menyediakan jagung pakan ternak sebesar 30.000 ton untuk pemenuhan kebutuhan peternak mandiri.

Ini disalurkan melalui koperasi peternak dengan kadar air 15% dan harga jual Rp4.500/kg di tingkat koperasi peternak, sesuai harga acuan dalam Permendag Nomor 07 Tahun 2020.

Kemudian untuk komoditas cabai merah, Kemendag bersama-sama K/L terkait dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan kondisi pertanaman.

"Selanjutnya terus mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi produk cabai olahan," jelas dia saat dihubungi detikcom, Selasa (28/12/2021).

Selanjutnya mendorong implementasi penerapan teknologi pasca panen dan penyimpanan cabai (Teknologi Controlled Atmosphere Storage, Teknologi Ozon dst).

"Kemudian membantu fasilitasi dan komunikasi antara daerah sentra dengan daerah defisit, utamanya sentra-sentra kecil yang masih berproduksi serta mengoptimalkan perdagangan antarpulau," ujar Oke.

Oke menjelaskan untuk komoditas minyak goreng, Kemendag telah mengurangi peraturan yang berpotensi menambah biaya seperti peraturan wajib kemas minyak goreng sawit, memasok minyak goreng kemasan sederhana sebanyak 11 juta liter seharga Rp 14.000/liter melalui ritel modern di seluruh Indonesia bekerjasama dengan APRINDO, GIMNI dan AIMMI.

"Mengusulkan kepada Menko Perekonomian untuk dapat menggunakan dana BPDPKS memberikan subsidi minyak goreng curah untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Kemudian Kemendag juga berkoordinasi dengan Pemda untuk melakukan operasi pasar dengan menggunakan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000/liter.

(kil/eds)