Bulog Terjerat Utang Rp 13 Triliun!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 21:00 WIB
Direktur Utama Bulog Budi Waseso
Dirut Perum Bulog Budi Waseso

Nah, jika alur pemerintah yang membayar CBP setelah tersalurkan. Buwas memastikan akan mengambil utang lagi jika mendapat penugasan dari pemerintah untuk pengadaan CBP di 2022.

"Ya utang lagi (2022), nambah utang. Namun harus pasti. Misalnya, ada penugasan pemerintah ke Bulog menyerap 1,2 juta. Nah, penyerapan utang lagi 1,2 juta itu untuk apa? Kepastiannya untuk apa penyerapannya. Misalnya 1,2 juta program pemerintah pasti dari Menteri Sosial untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Bulog berarti ada kepastian dong, atau bantuan Kementerian paket-paket bantuan berasnya dari Bulog," tuturnya.

Bulog sendiri mencari utang untuk pengadaan CBP dari pinjaman bank. Jika pengadaan CBP itu pasti, Buwas mengatakan tidak akan ada masalah.

Tetapi, kalau berasnya sudah ada dan tidak ada kepastian didistribusikan untuk apa, akan membebani utang Bulog. Tidak hanya itu, kualitas beras yang sudah ada juga akan menurun.

"Efeknya Bulog kan membelanjakan CBP dananya dari utang. Dengan begitu menambahnya masalah bunga (utang Bulog). Semakin utang tidak dibayar Bulog karena kita utang ke bank semakin besar bunga yang ditanggung," tutupnya.


(fdl/fdl)