UMKM Mau Dapat Buyer dari Luar Negeri? Catat Nih Tipsnya

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 18:53 WIB
Pameran UKM Jabar Paten di Bandung, mulai 19 – 25 April 2021
Foto: Wisma Putra/detikTravel
Jakarta -

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor jadi salah satu pendorong perekonomian nasional. Meskipun pandemi COVID-19 masih melanda, UMKM masih tetap bisa membuat produknya mendunia.

Seperti halnya sejumlah UMKM di BNI Xpora, yakni Blankenheim, CV Frinsa Agrolestari, serta Kriya Nusantara & Gloya. Ketiganya telah sukses menjadi eksportir dan memiliki buyer dari luar negeri. Lantas apa sih tipsnya?

Co-Founder brand sepatu lokal asal Bandung, Blankenheim, Maulana Ammar mengungkapkan setiap UMKM memiliki kesempatan untuk menembus pasar ekspor, tapi tidak semua UMKM mampu bertahan menghadapi persaingan. Untuk itu, hal pertama agar UMKM dapat buyer dari luar negeri adalah memperhatikan kualitas produk.

"Pertama yang harus kita lakukan tentu di kualitas produk ini harus memenuhi standar internasional terutama di negara tujuan. Misalkan di negara Eropa, standar kita harus mengikuti negara tersebut," jelasnya dalam Webinar BNI Jawa Barat, dikutip Kamis (30/12/2021).

Selain itu, kapasitas produksi juga jadi hal penting. Menurutnya, ketika UMKM ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi. Sebab, buyer dari luar negeri kerap memiliki permintaan yang tinggi.

Founder CV Frinsa Agrolestari Wildan Mustofa menambahkan, sebagai UMKM yang bergerak pada komoditas pertanian kopi, dirinya menyarankan agar para UMKM rutin ikut pameran jika ingin mendapatkan buyer dari luar negeri pertama.

"Terutama di pameran yang ada kompetisinya, kenapa karena di situ kita bisa berkenalan langsung dengan para juri yang memang dari industri yang kita masuki itu entry point kita di situ," ungkapnya.

Wildan mengaku kerap mengikuti berbagai pameran baik nasional maupun internasional. Langkah tersebut jadi salah satu cara agar produk berkualitas yang UMKM punya bisa dikenal oleh berbagai stakeholder.

"Pada tahap selanjutnya setelah kita dapat pembeli, kalau yang saya lakukan link and match kita antara buyer dengan mitra gitu, tujuannya agar buyer semakin tertarik dengan produk kita," jelasnya.

Halaman Selanjutnya: Dukungan Permodalan