Top! Kopi Asal Pangalengan Tembus Pasar Eropa hingga Timur Tengah

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 29 Des 2021 19:40 WIB
Biji kopi
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Pangalengan merupakan salah satu daerah penghasil komoditas kopi di Jawa Barat. Sejumlah masyarakat di sana turut menggantungkan hidupnya sebagai petani atau pekerja di perkebunan kopi.

Tak heran, nikmatnya kopi asal Pangalengan tersebut berhasil 'disruput' sampai Eropa hingga Timur Tengah. Adalah Wildan Mustofa, Founder CV Frinsa Agrolestari yang sukses memasarkan kopi asal Pangalengan itu ke Mancanegara.

Wildan memulai bisnis tersebut usai lulus kuliah akhir tahun 1990. Menyadari background dirinya di bidang agrikultur dan tinggal di pegunungan, ia memikirkan bagaimana wilayahnya dan komoditas yang dihasilkan bisa maju.

"Jadi masalah di gunung adalah masalah konservasi di mana orang nanam semusim di lereng-lereng. Jadi saya mikir gimana caranya supaya orang bisa tetap bertani tanpa harus ngerusak alam akhirnya kita kepikiran kopi," jelasnya dalam Webinar UMKM BNI Jawa Barat, Rabu (29/12/2021).

"Dan waktu itu saya alumni Belanda, ada support di sana untuk mendatangkan ahli marketing kopi, ahli pasca panen kopi, karena kita mikir kopi ini bagus buat alam, tapi apakah petaninya bisa mendapatkan kehidupan yang layak dengan menanam kopi, kalo pemasarannya tidak kita dukung," imbuhnya.

Ia lantas melakukan riset untuk menemukan metode produksi yang paling efektif untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Menurutnya, bisnis kopi miliknya ini sangat menarik sebab semuanya sangat lokal, dari bibit, pertanian dan 100% UMKM.

"Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah masuk ke pasar utama ke Eropa kita masuk, ke Belgia kita masuk, ke Skandinavia, Rusia. Jadi mulai dari Eropa Barat sampai Utara, Amerika juga pantai barat, pantai timur, mulai dari California, kemudian ke Australia ke Jepang termasuk ke Timur Tengah," bebernya.

Lebih lanjut, kata dia, perjalanan bisnisnya ini memang tidak sesingkat seperti yang dibayangkan. Ada banyak rintangan dan tantangan yang dihadapinya untuk membesarkan pasar komoditas kopi asal Pangalengan tersebut.

"Jadi concern kita terhadap lingkungan ini tidak hanya di produk kita hasilkan bagus, enak dan bersaing. Tapi kita juga bersaing dari konsep bisnisnya, karena orang menikmati kopi bukan cari protein, vitamin, mineral atau kandungan gizi tapi benar-benar untuk sebuah kenikmatan," tuturnya.

"Dan biasanya tuntutan barang seperti itu terhadap proses itu sangat tinggi bagaimana kopi ini dihasilkan apakah ramah lingkungan apakah berkeadilan, termasuk kerja sama, tidak hanya sama petani tapi juga dengan prosesor, logistik juga perbankan," jelasnya.

Dia pun menilai peran perbankan seperti BNI sangat strategis dalam membesarkan UMKM termasuk usahanya. Sebab, adanya pembiayaan dan pendampingan dari BNI membuat usahanya berkembang seperti saat ini.

"Di sini peran BNI sangat strategis karena dari awal sebelum ekspor saya mengajukan kredit ke BNI dan alhamdulillah dalam prosesnya tuh bertambah, bertambah terus hingga membantu berbagai hal khususnya dalam pengembangan bisnis kopi ini," jelasnya.

Untuk diketahui CV Frinsa Agrolestari memasarkan biji kopi green bean dari Pangalengan dengan merek Java Frinsa. Saat ini, ada 10 varietas kopi Pangalengan yang diolah menjadi green bean oleh Java Frinsa.

Kopi green bean Java Frinsa diperoleh setelah melalui lima tahap pengolahan kering dan 11 tahap pengolahan basah. Wildan turut memberdayakan para petani kopi di lingkungannya untuk memenuhi permintaan pasar.

Sekedar informasi, webinar UMKM BNI Jawa Barat ini dipersembahkan oleh detikcom bersama BNI Xpora untuk mendukung para UMKM Indonesia Menembus Pasar Global. Bersama Xpora, ekspor jadi mudah.

(ncm/hns)