Niat Buka Usaha di 2022? Simak Tipsnya dari Para Jagoan Bisnis

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 08:00 WIB
Ilustrasi bisnis plan
Foto: shutterstock
Jakarta -

Tahun baru biasanya punya resolusi baru. Seperti bisnis atau produk baru. Tapi sebelum mulai berbisnis ada beberapa hal yang harus disiapkan.

Tak cuma dana atau biaya yang digunakan untuk membangun bisnis. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan para pengusaha baru ini juga harus masuk ke ekosistem pengusaha lainnya.

"Gabung ekosistem itu penting sekali, kalau mau wangi ya main sama penjual minyak wangi. Karena kesuksesan itu menular," kata dia dalam acara d'Mentor, Kamis (30/12/2021).

Sandiaga mengungkapkan, jika memulai usaha maka harus memahami digitalisasi, sustainability dan kesehatan usaha itu sendiri.

Menurut dia, tahun depan sektor yang masih menarik adalah consumer goods. "Saya lihat consumer goods saat ini menarik. Semua unicorn di Indonesia berkaitan dengan consumer goods. Selain itu pelaku usaha juga harus terus berinovasi dan beradaptasi," jelas dia.

Sandi mengungkapkan saat ini memang masalah perizinan menjadi salah satu hal yang paling rumit untuk pengusaha baru. "Untuk memulai usaha langkah pertama itu adalah punya ide dulu, lalu diperkuat dengan planning, lakukan planning, cek, evaluasi dan take action lagi," jelas dia.

Menurut Sandi, pengusaha juga harus mengikuti coaching, hal ini untuk membantu mengarahkan jalan bisnis. Apalagi jika dilengkapi dengan mentoring.

Publik Figure & Coach Business Helmy Yahya mengungkapkan untuk saat ini masih banyak peluang bisnis yang bisa ditangkap oleh calon pengusaha. Memang selama pandemi ada sejumlah sektor yang mati, seperti pariwisata contohnya.

"Tapi bisnis skincare, online education, pengecekan kesehatan, ikan cupang dan tanaman hias ini menjadi peluang. Jangan mengeluh dan komplain-komplain terus," jelas dia.

Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengungkapkan untuk para anak muda yang ingin memulai usaha juga harus memahami isu-isu yang sedang berkembang.

Contohnya isu perubahan iklim. Nah hal ini menjadi challenge untuk anak muda agar bisa menciptakan produk yang terkait dengan perubahan iklim dan turut membantu mengurangi dampak perubahan iklim ini.

"COVID-19 ini belum ada solusi yang komprehensif, karena itu kita harus hidup berdampingan. Kebiasaan baru ini harus terjadi di hidup kita. Nah dari sini bisa menjadi peluang-peluang baru," jelasnya.



Simak Video "Ingin Sukses Bisnis, Coba Keluar Dari Zona Nyaman"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)