Tuding Pemulihan RI Terbata-bata, Faisal Basri Beberkan Data Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 17:30 WIB
Ekonom dan politikus
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Ekonom senior Faisal Basri menuding pemulihan Indonesia akibat pandemi COVID-19 lebih lambat dibandingkan banyak negara. Dengan demikian pemulihannya akan memakan waktu lebih lama.

"Jadi kecepatan pemulihan yang lebih rendah, oleh karena itulah pemulihan di Indonesia akan lebih lama daripada negara-negara lain," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (31/12/2021).

Lalu dia memaparkan data dari economic intelligence unit yang memperlihatkan indeks negara-negara di dunia menuju situasi normal. Hasilnya Indonesia berada di urutan buncit.

"Economic intelligence unit per 16 Desember, Indonesia itu dari 50 negara indeks menuju normalnya itu nomor 47, dari 50 negara. Jadi memang kita lambat walaupun ada yang lebih lambat di situ Vietnam," jelasnya.

Data Bloomberg juga demikian, yang merilis data The Covid Resilience Ranking (Peringkat Ketahanan COVID-19). Indonesia juga berada di urutan bawah.

"Indonesia bulan Juli paling lambat, nomor 53. Bulan Desember per 21 Desember, per minggu lalu itu naik sih ke-51 dari 53. Jadi dalam perbandingan dengan negara lain memang kita masih sangat terbata-bata," tuturnya.

Namun Nikkei Index memperlihatkan pemulihan atas COVID-19 di Indonesia sangat bagus. Faisal Basri mengaku belum memahami peringkat yang diberikan oleh Nikkei.

"Nikkei Index itu menunjukkan Indonesia perbaikannya luar biasa. Saya belum bisa memahami rankingnya Indonesia, tadinya nomor 110 sekarang nomor 37. Skornya dari 31 sekarang 58,5. Okelah kalau kita rata-ratakan ketiganya itu Indonesia masih jauhlah dari rata-rata," tambahnya.

(toy/fdl)