Tesla Cetak Rekor Penjualan Saat Produsen Mobil Lain Merana

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 03 Jan 2022 09:35 WIB
Pengisian baterai mobil listrik Tesla di Norwegia
Foto: Getty Images/tupungato
Jakarta -

Sekarang ini Tesla tengah menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan otomotif terbesar di dunia. Hal ini terbukti dari bagaimana Tesla melawan tren penurunan penjualan mobil di seluruh industri karena adanya kekurangan chip komputer dan suku cadang lainnya.

Melansir dari CNN, Senin (3/1/2021), Tesla berhasil membukukan rekor penjualan pada kuartal keempat ini dengan total penjualan mencapai 308.600 kendaraan. Dengan ini, total penjualan Tesla selama setahun penuh sebesar 936.000, naik 87% dari total penjualan mereka pada 2020.

Padahal perusahaan pembuat mobil lainnya, sedang mengalami penurunan penjualan pada kuartal keempat ini karena adanya krisis chip global yang masih belum bisa teratasi sepenuhnya.

"Industri kehabisan kendaraan, dan penjualan terhenti di paruh kedua," kata Charlie Chesbrough, kepala ekonom Cox Automotive.

"Total penjualan pada paruh kedua tahun 2021 adalah yang paling lambat dalam satu dekade. Permintaan sehat, tetapi gangguan pasokan dan produksi membuat industri tetap terkendali. Anda tidak dapat menjual (kendaraan) yang tidak Anda miliki," jelasnya lagi.

Dari sanalah nampak bahwa pencapaian Tesla sebagai pembuat EV (electric vehicles) itu lebih mengesankan, terutama mengingat bagaimana mereka juga harus menghadapi persaingan yang meningkat dari pembuat mobil tradisional yang sekarang menawarkan lebih banyak model kendaraan listrik.

Sebut saja perusahaan otomotif Ford yang kini telah menawarkan kendaraan listrik terbarunya yakni Ford Mustang Mach-E. Selain itu ada juga produsen mobil EV baru yang sekarang menjual kendaraan, termasuk Lucid dan Rivian, yang keduanya baru-baru ini memenangkan penghargaan mobil dan truk tahun ini dari MotorTrend.

"Meskipun ada banyak pesaing di bidang EV, Tesla terus mendominasi pangsa pasar sebagaimana dibuktikan lagi pada kuartal ini sambil berjuang mengatasi kekurangan chip," kata Ives.



Simak Video "Eks Insinyur Tesla: Harga Mobil Listrik Belum Masuk Akal, Harusnya Setara Avanza"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)