Jokowi Ungkap Ancaman Ngeri Buat Ekonomi RI Tahun Ini, Apa Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 03 Jan 2022 12:46 WIB
Jokowi
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pandemi masih juga belum usai di tahun baru 2022 ini. Presiden Joko Widodo pun menyatakan masih ada sederet tantangan di sektor ekonomi yang harus dihadapi Indonesia.

Salah satunya adalah penyebaran virus varian baru COVID-19 Omicron di Indonesia. Sejak kasus pertamanya ditemukan per Desember 2021 yang lalu, kasus Omicron perlahan-lahan mulai menyebar di Indonesia. Per 1 Januari 2022 kemarin sudah ada 136 kasus Omicron yang tercatat di Indonesia.

Tantangan lainnya yang diungkap Jokowi adalah dampak inflasi ke masyarakat hingga dampak tapering off dari Bank Sentral Amerika Serikat terhadap stabilitas keuangan.

"Di 2022 kita tahu ada banyak tantangan yang dihadapi. Baik ancaman omicron, inflasi, dampak tapering off," ungkap Jokowi kala memberikan sambutan dalam Peresmian Pembukaan Perdagangan BEI tahun 2022, Senin (3/1/2022).

Jokowi juga menyinggung masalah kelangkaan kontainer yang dapat mengganggu proses perdagangan internasional Indonesia.

"Kemudian ada juga kekurangan kontainer di mana-mana, ini akan mengganggu ekspor kita," ujar Jokowi.

Meski begitu, Jokowi meminta semua pihak tetap memiliki optimisme menyambut tahun 2022. Pasalnya, perbaikan pemulihan ekonomi mulai terlihat.

Di tengah masyarakat keyakinan konsumen meningkat ke level 118,5 poin pada November 2021, setelah anjlok hingga 113,8 poin di bulan Maret. Jokowi juga menyatakan tingkat pengeluaran belanja alias spending index juga naik ke 120,5 poin.

Kemudian di sisi industri pun sudah terlihat mulai bergairah. Terbukti dari indeks manufaktur yang meningkat menjadi 53,9 poin, bahkan lebih tinggi dari angka sebelum pandemi yang hanya mencapai 51 poin.

Bukti lainnya ekonomi mengalami pemulihan cepat adalah neraca dagang yang mengalami surplus sampai 19 bulan berturut-turut. Jokowi mengatakan hal ini baru pertama kali dirasakan di Indonesia. Dia juga memaparkan sampai saat ini neraca dagang masih surplus hingga US$ 34,4 miliar.

"Berkaitan dengan ekonomi pemulihan ekonomi kita juga cukup kuat, neraca dagang kita surplus US$ 34,4 miliar. Dalam 19 bulan surplus terus, belum pernah kita alami begini," papar Jokowi.



Simak Video "Jokowi: Kasus Corona Melonjak Cukup Tinggi, Namun Keterisian RS Terkendali"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)