Industri Makanan dan Minuman Perkuat Nilai Tambah Petani-UMKM, Ini Caranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 03 Jan 2022 14:45 WIB
Chateraise
Foto: Chateraise
Jakarta -

Industri makanan dan minuman (mamin) masih terus bergeliat. Industri ini juga menggandeng petani hingga UMKM.

Salah satunya PT Chateraise Gobel Indonesia (CGI) menerapkan konsep farm factory guna seiring mulai beroperasinya pabrik Chateraise di Indonesia.

"Chateraise memiliki komitmen tinggi untuk pemakaian bahan-bahan makanan yang segar dan bermutu tinggi dengan menggunakan konsep Farm Factory. Melalui konsep ini, Chateraise membangun kolaborasi dengan petani dan peternak untuk mencapai standar kualitas produksi yang tinggi agar produk Chateraise semakin diterima pasar," kata Presiden Direktur CGI Regi Datau, Senin (3/1/2022).

Chateraise akan memberdayakan bahan baku makanan dari Indonesia seperti coklat/kakao, kopi, biji vanila, alpukat, nanas, mangga dan lainnya yang akan disertai dukungan riset dan inovasi serta pembinaan kepada para petani agar diperoleh kualitas dengan standar tinggi.

"Upaya ini merupakan komitmen kami sebagai pelaku industri makanan minuman untuk memperkuat nilai tambah para petani, peternak dan pelaku UMKM agar keberadaan industri ini lebih dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, sekaligus untuk memperkuat ketahanan pangan," tutur Regi.

Saat ini, Chateraise memiliki lebih dari 580 outlet di seluruh penjuru Jepang. Sejak beberapa tahun terakhir Chateraise telah mengembangkan usaha di luar Jepang, yaitu China, Taiwan, Vietnam, Singapore, Malaysia, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Thailand, dan Indonesia dengan jumlah outlet lebih dari 90 outlet.

"Di Jakarta saat ini sudah terdapat 9 outlet Chateraise. Jumlah ini akan kami kembangkan terus, termasuk ke beberapa kota lainnya di Indonesia," ujarnya.

PT Chateraise Gobel Indonesia (CGI) merupakan perusahaan joint venture antara PT Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK) dan Chateraise, perusahaan Jepang produsen mamin premium.

Grup Gobel optimistis banyak keuntungan yang bisa diraih melalui pengalihan teknologi makanan dari perusahaan Jepang ini. Tidak hanya potensi pasarnya yang besar di dalam negeri, melainkan juga potensi ekspor di mana Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk ekspor produk Chateraise.

"Pada akhirnya akan terbangun industri makanan-minuman nasional yang berkualitas dan berteknologi, memiliki struktur industri yang kuat, serta dapat memberdayakan potensi bahan lokal yang dapat diserap oleh pasar dunia," katanya.

(kil/ara)