8 Hari Bergulir, Tax Amnesty Jilid II Ungkap Harta Rp 1 T Lebih

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 09 Jan 2022 15:01 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan total harta bersih yang diungkap oleh wajib pajak (WP) hingga hari ke delapan program pengungkapan sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II telah mencapai Rp 1.043,69 miliar atau Rp 1,04 triliun. Jumlah itu merupakan akumulasi dari pengungkapan harta oleh 2.078 orang.

Dilihat dari website resmi DJP, Minggu (9/1/2022), data per 8 Januari menunjukkan jumlah pajak penghasilan (PPh) yang disetorkan ke kas negara oleh peserta program tax amnesty mencapai Rp 125,20 miliar. Sementara jumlah surat keterangan keikutsertaan yang telah diterbitkan oleh DJP tercatat 2.208 surat.

Dari total harta bersih yang diungkap sebesar Rp 1,04 triliun, lebih rinci diketahui deklarasi dalam negeri (DN) sebesar Rp 891,01 miliar, deklarasi luar negeri Rp 93,41 miliar, dan investasi Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 59,28 miliar.

Untuk diketahui bersama, kebijakan tax amnesty jilid II hanya akan berlangsung selama 6 bulan yaitu mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2022. Pemerintah pun mendorong para wajib pajak yang belum mengungkapkan hartanya agar memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memastikan bahwa keikutsertaan tax amnesty jilid II sangat mudah dilakukan. Pendaftaran cukup dilakukan secara online melalui laman https://pajak.go.id/pps.

Layanan di atas dapat diakses 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan enam langkah mudah yaitu login ke DJPonline, masuk aplikasi PPS, unduh formulir, isi formulir, lakukan pembayaran, kemudian submit.

Jika ada yang mengalami kesulitan, DJP menyediakan helpdesk PPS yang tersedia di seluruh unit vertikal DJP. Apabila wajib pajak kesulitan dan tidak bisa datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak, DJP menyediakan saluran non-tatap muka yaitu helpdesk online melalui WhatsApp dengan nomor 081156-15008 dan Kring Pajak 1500-008 pada Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.

"Semua saluran informasi DJP lainnya yang telah ada selama ini juga tetap dapat dimanfaatkan seperti live chat www.pajak.go.id, email melalui informasi@pajak.go.id, dan twitter @kring_pajak," terangnya.

(aid/zlf)