BPS: Impor Desember US$ 21,36 Miliar, Naik 47,9%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 11:36 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kinerja impor pada Desember naik. Impor pada Desember tercatat naik baik secara bulanan maupun tahunan.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, nilai impor pada Desember 2021 mencapai US$ 21,36 miliar. Nilai ini tumbuh 10,51% bila dibandingkan dengan impor pada November 2021.

"Sedangkan impor Desember 2021 ini, kalau dibandingkan nilai impor 2020 mengalami peningkatan besar 47,93%. Migasnya meningkat 127,95%, non migas 38,78%," ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Margo merinci, impor migas pada Desember 2021 sebesar US$ 3,38 miliar, naik 11,6%. Sementara impor non migas senilai US$ 17,9 miliar atau naik 10,29%.

Margo mengatakan, impor secara month to month meningkat. Rinciannya, impor untuk konsumsi US$ 2,49 miliar meningkat 24,55%.

Kemudian impor bahan baku penolong US$ 15,63 miliar atau naik 9,07% dibandingkan bulan lalu. Impor barang modal US$ 3,24 miliar atau meningkat 8,01%.

"Barang impor ini untuk bahan baku penolong diikuti barang modal dan konsumsi. Ini menunjukkan barang baku penolong mengindikasikan ekonomi domestik mulai membaik dan daya beli makin bagus," tuturnya.



Simak Video "Kekhawatiran Pedagang soal Kebijakan Ekspor Minyak Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)