Tarif KRL di RI Mau Naik, Bandingin Sama Negara Lain

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 17:19 WIB
Dua orang model bergaya putri Cinderella bersama Pangerannya berjalan untuk membagikan bunga kepada penumpang di dalam kereta KRL jurusan Jakarta-Bogor, Jakarta, Sabtu (14/02/2015). Pembagian bunga tersebut dalam rangka perayaan hari kasih sayang atau Valentine Day yang jatuh pada (14/2) di seluruh dunia dan PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ) juga mendekorasi kereta komuter rute Bogor-Jakarta dengan tema Cinderella. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Wacana kenaikan tarif KRL terus bergulir. Rencananya, tarif KRL bakal naik sebesar Rp 2.000 untuk tarif dasar 25 km, dari awalnya Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per orang.

Menurut Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang bila dibandingkan dengan angkutan massal berbasis rel serupa di negara-negara lain, tarif KRL commuter line di Indonesia jadi yang paling murah.

"Bila dibandingkan dengan dengan angkutan massal berbasis rel ke negeri tetangga, tarif KRL kita masih termurah Rp 3.000," ungkap Deddy kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Dari data yang dipaparkan Deddy, bila dirupiahkan tarif angkutan kereta di Thailand menjadi yang paling mahal. MTR Bangkok Metro tarifnya mencapai Rp 15.851.

Kemudian, Singapore MRT tarifnya mencapai Rp 8.043. Di India, baik Delhi, Mumbai, maupun Chenai Metro tarifnya mencapai Rp 7.225. Sementara itu untuk India Kolkota Metro tarifnya Rp 3.612,

Lebih lanjut layanan Taipei MRT harganya Rp 4.186 dan Hongkong MTR Rp 5.638. Data yang dipaparkan Deddy adalah konversi Bank Dunia tahun 2019.
Nah, apabila tarif KRL akan dinaikkan menjadi Rp 5.000 maka tarifnya masih lebih rendah dibandingkan MTR Bangkok Metro, Singapore MRT, Delhi-Mumbai-Chenai Metro.

Tarif KRL menurut Deddy juga masih lebih murah bila dibandingkan layanan transportasi umum yang ada di Jakarta. Contohnya, bila dibandingkan dengan MRT, dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI sejauh 16 km tarifnya mencapai Rp 14.000.

Sementara KRL di bawah 25 km cuma Rp 3.000 sekarang, bila naik menjadi Rp 5.000 pun masih sangat jauh dari MRT Jakarta. Tarif KRL cuma kalah murah dari bus Transjakarta yang jauh dekat cuma Rp 3.500.

Sebagai gambaran saja, tarif KRL sendiri memiliki dua jenis. Pertama adalah tarif dasar sejauh 25 km, dan tarif lanjutan tiap 10 km sekali.

Tarif dasar yang tadinya Rp 3.000 akan naik menjadi Rp 5.000. Sementara tarif lanjutan tetap Rp 1.000 per 10 km lanjutan.

Sebagai simulasi, rute Stasiun Bogor-Jakarta Kota, rute ini panjangnya 54,8 km dari ujung ke ujung. Dengan tarif yang berlaku saat ini harga tiketnya senilai Rp 6.000, bila tarif naik akan menjadi Rp 8.000.

(hal/dna)