Sikat! Bunga KUR 3% Resmi Lanjut Tahun Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2022 16:07 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah menganggarkan program kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 373,17 triliun tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tahun lalu pemerintah sudah memberikan bunga kur yang rendah.

"Tahun lalu KUR 6% dan disubsidi jadi 3%, tahun ini sesuai persetujuan rapat terbatas bunga KUR 3% selama 6 bulan," kata dia dalam acara penghargaan KUR, Selasa (18/1/2022).

Airlangga menjelaskan dengan KUR ini diharapkan UMKM bisa termotivasi menjalankan usaha untuk membantu menggerakan perekonomian.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengungkapkan jika saat ini ada 27 lembaga penyalur KUR terdiri dari bank, perusahaan pembiayaan dan koperasi.

Pada 2021 penyaluran KUR mencapai Rp 281,86 triliun dengan baki debet Rp 376 triliun. Mulai dari KUR super mikro 3,57% untuk nominal sampai Rp 10 juta.

KUR mikro yang di atas Rp 10 juta - Rp 50 juta sebanyak 63,71%. KUR kecil di atas Rp 50 juta sampai Rp 500 juta sebesar 32,71% dan KUR TKI 0,01%.

"Sampai 17 Januari 2022 KUR sudah disalurkan sebesar Rp 6,02 triliun kepada 172 ribu debitur KUR UMKM," jelas dia.

Iskandar menyebutkan porsi KUR terbesar disalurkan kepada sektor perdagangan 44,8%, pertanian 30%, jasa 14,1%, industri 9% dan perikanan 1,8%.

"Untuk penyaluran KUR didominasi oleh bank Himbara yang menyalurkan 92,3%, bank swasta 3,1%, BPD 4,37%, Koperasi 0,05%, perusahaan pembiayaan 0,05%," jelas dia.



Simak Video "Ganjar Pranowo Berharap Aplikasi Srikandi Beri Manfaat untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)