Airlangga Ungkap Pentingnya Infrastruktur demi Pertumbuhan Ekonomi

Dea Duta Aulia - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 18:29 WIB
Airlangga Apresiasi Pembangunan Infrastruktur RI
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menargetkan perekonomian Indonesia bisa masuk dalam kategori Upper-Middle Income pada 2025. Adapun kategori negara berpenghasilan menengah yaitu negara dengan pendapatan per kapita US$ 4.095 - US$ 12.695.

Untuk mencapai hal tersebut, Pemerintah Indonesia terus menggenjot peningkatan daya saing perekonomian melalui reformasi struktural mencakup perbaikan iklim investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur khususnya Proyek Strategis Nasional. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam pengembangan ekonomi berbasis riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tahun ini merupakan tahun kunci untuk mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang. Tahun ini juga menjadi momentum titik awal pemulihan ekonomi pascapandemi dan peningkatan daya saing perekonomian setelah sempat terkoreksi akibat pandemi COVID-19.

"Selain upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya pada tahun 2022 yang menjadi tahun kunci, kualitas perencanaan, pelaksanaan pembangunan, serta operasi dan pemeliharaan dari infrastruktur tentunya juga selalu ditingkatkan, agar tercipta 'value for money' dari proses penyediaan infrastruktur yang dilakukan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu dirasakan secara langsung oleh masyarakat seperti pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar, peningkatan akses konektivitas, mobilitas, energi, pangan, dan pemerataan penerapan infrastruktur teknologi serta komunikasi.

"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Menteri PUPR beserta seluruh jajarannya, atas kerja kerasnya, komitmen dan kerja sama selama ini, yang terus berjuang dan fokus dalam melakukan percepatan pembangunan dan penyediaan infrastruktur di Indonesia, guna mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," tambahnya.

Airlangga mengatakan pembangunan infrastruktur sangat penting untuk mendukung capaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2022. Selain itu, infrastruktur juga memiliki peran penting dalam mengungkit indeks persepsi dunia (usaha) terhadap penentuan lokasi investasi yang tepat yang secara kuantitatif dituangkan dalam peringkat indeks kemudahan berusaha (EoDB).

"Dalam rangka mewujudkan transformasi perekonomian dan EoDB kami berharap terjadinya peningkatan infrastruktur nasional yang sebesar 49,4% terhadap PDB pada akhir tahun 2024, hal ini tentu dicapai dengan Proyek Strategis Nasional," tambahnya.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur juga mampu meningkatkan kualitas SDM lokal karena proyek tersebut memberikan kesempatan bagi para insinyur dan kontraktor dalam negeri untuk berkarya.

"Kolaborasi dan sinergi merupakan kunci agar kita dapat terus saling bekerja sama, dalam mencari solusi atas sumber-sumber pendanaan yang kreatif, agar dapat mengurangi beban ketergantungan kita kepada APBN, salah satunya seperti yang dilakukan melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah terbangun (asset recycling)," tutupnya.



Simak Video "Anggaran Rp 451 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Ekonomi 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/hns)