Harga Minyak Goreng Turun, OK Fine Thanks, tapi Kok Langka?

Iffa Naila Safira - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 20:38 WIB
pedagang minyak goreng di blitar masih di atas 14 ribu
Foto: Erliana Riady
Jakarta -

Hari ini, Kamis (27/01/2022) harga minyak goreng curah turun lagi dengan harga eceran tertinggi (HET) di Rp 11.500/liter. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, saat konferensi pers hari ini.

Harga yang sebelumnya yaitu Rp 14.000/liter membuat rak minyak goreng kosong di mana-mana.Terbukti dari penuturan salah satu karyawan minimarket, yang mengaku mulai kesulitan mendapat pasokan minyak goreng. Menurutnya, persediaan minyak goreng ini tidak tersedia dalam waktu yang lama, karena langsung habis diserbu pembeli.

"Kemarin itu minyak datang 100 karton. Cuma ya gitu, sehari langsung habis. Hari ini minyak tidak ada di list barang datang," kata salah satu karyawan minimarket kepada detikcom, Selasa (25/1/2022) silam.

Penyebab minyak selalu habis karena masyarakat suka berbondong-bondong membeli bahkan dalam jumlah yang banyak. Hal ini sudah disiasati karyawan minimarket dengan menyimpan ketersediaan minyak goreng di kasir dan gudang agar semua pembeli kebagian.

"Soalnya tidak semua di display, kadang di kasir 2 karton, di belakang sisanya. Supaya yang butuh semua kebagian," ujar karyawan minimarket.

Mengenai ketersediaan minyak goreng yang terus habis, Lutfi meminta masyarakat agar bijak dan tidak panic buying, karena persediaan minyak sudah terjamin dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 11.500/liter.

"Karena kami menjamin stok minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau," kata Lutfi.

Mengenai harga minyak yang turun lagi, detikcom menghubungi Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran, Kamis (27/01/2022). Ia mengatakan jika pedagang pasar belum tahu sama sekali dengan informasi ini.

"Minyak goreng berapa? 11.000? Turun lagi? Saya belum tahu kalo turun lagi," kata Ngadiran.

Selain itu, Ngadiran juga mengaku jika Ia dan pedagang pasar lainnya belum mendapat pasokan minyak goreng yang sebelumnya turun menjadi Rp 14.000/liter.

Sepaham dengan Ngadiran, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, Joko Setiyanto juga mengaku belum mendapat keterangan apapun terkait harga minyak goreng yang turun jadi Rp 11.000/liter. Ia mengatakan, harga minyak goreng yang terus turun ini membuat dagangannya tidak laku.

"Kemarin sih masih yang 14.000 ya, sekarang turun lagi jadi 11.500? Terus pedagang-pedagang aja masih punya barang kemarin nda laku, karena turun kemarin. Yang punya pedagang gak laku. Semua pergi ke toko ritel, pasar modern kan," ujar Joko.

(dna/dna)