G20 2022

RI Mulai Lirik Pajak Gender, Wanita Cuti Melahirkan Bisa Dapat Insentif

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 28 Jan 2022 16:31 WIB
Ilustrasi pajak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/gesrey
Jakarta -

Indonesia mulai memberi perhatian terhadap pajak berbasis gender. Tujuan pajak gender ini adalah untuk memberikan insentif terhadap wanita. Hal itu diinisiasi oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD).

"Jadi tax and gender itu dibahas oleh OECD di dalam agenda perpajakan internasional kita di Presidensi G20," kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, Wempi Saputra saat menggelar diskusi dengan wartawan di Jakarta Pusat, Jumat (28/1/2022).

Dia menjelaskan dalam perpajakan internasional ada enam agenda, salah satunya pajak berbasis gender. Di Indonesia belum ada aturan mengenai itu.

Wempi mengilustrasikan bahwa ketika seorang wanita bekerja dan memperoleh penghasilan, begitu dia hamil dan melahirkan akan cuti. Saat ini tidak ada insentif pajak atas penghasilannya yang berkurang karena cuti.

"Nah, bagaimana perpajakan bisa memberikan afirmasi atau dukungan supaya terhadap gender para wanita tadi yang sudah harus mengeluarkan biaya melahirkan, belum tentu semua orang dapat asuransi toh dia juga dapat insentif pajak. Ide asalnya kira-kira begitu. Di Indonesia karena belum ada, (yang ada) adalah wacana-wacana. Jadi ini masih wacana," tuturnya.

Bentuk insentif pajak yang dapat diberikan kepada wanita ini masih digodok oleh pemerintah.

"Gimana pada saat nanti perawatan anak, biaya untuk perawatan anak juga difasilitasi oleh pemerintah. Jadi ada beberapa afirmasi policy yang diberikan. Ini hanya contoh ilustrasi. Nah ini akan digali bentuk-bentuk yang ada di negara maju seperti apa," tuturnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.