ADVERTISEMENT

Luhut Minta Kandungan Lokal Pesawat N219 Naik Jadi 70%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Feb 2022 18:10 WIB
Pesawat N219 karya anak bangsa telah lakukan uji terbang perdana pada 16 Agustus 2017 silam. Pesawat itu saat ini masih jalani serangkaian pengujian sertifikasi
Foto: Istimewa/ PT Dirgantara Indonesia
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan langsung ke pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Luhut meninjau langsung pengembangan pesawat N219.

Luhut mengatakan pesawat N219 akan menjadi produk yang bermuatan lokal (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) sangat besar. Saat ini jumlahnya mencapai 44,69%, targetnya muatan lokal bakal ditingkatkan sampai 70%.

"Untuk saat ini pesawat N219 memiliki TKDN 44.69%, diharapkan ke depannya dapat ditingkatkan sampai 70%, dari mulai landing gear, avionics, sampai bahan baku pesawatnya dapat dibuat industri di dalam negeri," ujar Luhut dalam keterangan yang diterbitkan PTDI, Selasa (8/2/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjelaskan saat ini pesawat N219 masih menjalankan serangkaian uji terbang sebagai penyiapan untuk masuk ke pasar. Hal itu juga dilakukan dalam rangka penyiapan pengembangan pesawat N219 menjadi versi amfibi.

Pengembangan pesawat N219 amfibi saat ini sudah memasuki tahapan Detail Design, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan Prototyping & Structure Test, Development Flight Test dan ditargetkan perolehan Amendment Type Certificate (ATC)/sertifikasi amfibi di tahun 2024.

Menurut Gita, proyeksi pasar pesawat N219 amfibi, baik di wilayah Indonesia maupun Asia Pasifik sangat besar. Tercatat potensi pasar N219 amphibi di Indonesia adalah sebanyak 40 unit dan di Asia Pasifik sebanyak 76 unit.

"Dengan inovasi transportasi udara tersebut, maka di masa mendatang akan terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N219 amphibi," kata Gita.



Simak Video "Luhut Puji Menkes Budi: Dia Orang Hebat, Teman Saya Hadapi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT