Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 2,42 T, Naik 20%

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 12:48 WIB
Ilustrasi Pegadaian
Foto: Dok. Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,42 triliun pada 2021 atau naik 20% dari tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 2,02 triliun. Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto menyebut peningkatan laba ini didukung oleh efisiensi yang dilakukan manajemen dan seluruh insan Pegadaian.

"Ketika kinerja operasional kurang menguntungkan yang berdampak pada penurunan pendapatan, maka efisiensi menjadi strategi yang dipilih agar perusahaan tetap bertahan bahkan meraih keuntungan," ujar Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Kamis (10/2/2022).

"Beban usaha yang pada tahun 2020 mencapai Rp 19,17 triliun pada tahun 2021 dapat kita tekan menjadi Rp 17,40 triliun. Strategi ini cukup jitu mengingat pendapatan usaha tahun 2020 mencapai Rp 21,96 triliun tahun ini terkoreksi menjadi Rp 20,63 triliun," imbuhnya.

Ia menjelaskan untuk penurunan harga emas juga turut mempengaruhi pendapatan perusahaan. Berdasarkan data rata-rata harga emas 2020 sebesar Rp Rp 835.700 lalu turun menjadi Rp 827.107 di tahun 2021.

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan dampak terhadap penurunan Outstanding Loan (OSL) per 31 Desember 2020 sebesar Rp 56,8 triliun menjadi Rp 51,9 triliun di tahun 2021. Sebab, 98% barang jaminan di Pegadaian adalah emas perhiasan atau batangan. Sedangkan 2% lainnya yakni barang non emas. Imbasnya, penurunan harga emas memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

"Sepanjang tahun 2021 Pegadaian juga aktif dengan program-program pemberdayaan masyarakat melalui restrukturisasi, relaksasi, diskon bunga, kegiatan sosial hingga meluncurkan produk Gadai Peduli atau gadai tanpa bunga untuk pinjaman maksimal Rp 1 juta. Sebagai agen pembangunan, bisnis Pegadaian tidak semata-mata mencari pendapatan setinggi-tingginya tetapi berusaha memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," kata Kuswiyoto.

Untuk transaksi digital juga mengalami pertumbuhan yang memuaskan sepanjang 2021. Kuswiyoto menjabarkan, mengacu data 2020 pihaknya mencatat transaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital hanya 3,40 juta transaksi saja. Namun, pada 2021 jumlah tersebut naik menjadi 5,09 juta transaksi atau tumbuh sekitar 49,24%.

Dari sisi nilai transaksi pun juga mengalami peningkatan. Ia menjabarkan, pada 2020 nilai transaksi hanya sebesar Rp 5,09 triliun namun pada 2021 angka tersebut naik menjadi 6,91% atau tumbuh sekitar 35,73%.

"Kenaikan transaksi digital ini tentu berdampak pada penurunan biaya operasional, mengingat dari sisi penggunaan kertas misalnya dapat dikurangi, dari sisi waktu layanan juga lebih cepat. Begitu pula dari sisi data juga lebih akurat dan real time. Oleh karena itu kami sangat mendorong di masa datang penggunaan aplikasi Pegadaian Digital ini semakin meningkat, karena saat ini nasabah yang sudah familiar menggunakan aplikasi baru sekitar 20% dari total nasabah," katanya.

Bersambung di halaman selanjutnya. Langsung klik