ADVERTISEMENT

Bisnis Artis di Sepakbola, Pengamat: Fenomena Global

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Minggu, 13 Feb 2022 17:27 WIB
Timnas Indonesia sukses menumbangkan Myanmar 4-2. Hasil tersebut membuat Garuda Muda melangkah menuju ke final sepakbola SEA Games 2019.
Industri Sepak Bola Tanah Air (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Para pesohor tanah air berbondong-bondong terjun ke bisnis sepakbola. Sebut saja nama-nama kondang seperti Atta Halilintar, Raffi Ahmad, Gading Marten, hingga Prilly Latuconsina.

Menurut pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni, fenomena yang terjadi dikalangan artis tidak mengejutkannya. Artis terjun ke dalam bisnis olahraga, tidak cuma sepakbola, di dunia kerap terjadi.

"Itu (bisnis olahraga) selalu mengundang paritisipasi para pesohor. Minimal jika bukan terlibat dalam kepemilikan mereka selalu menciptakan kedekatan antar dirinya dengan tim olahraga yang popular itu," jelasnya, kepada detikcom, Minggu (13/02/2022).

Keterlibatan artis dalam dunia sepakbola merupakan hal yang lumrah. Dilihat secara emosional setiap orang punya passion terhadap olahraga. Maka, ketika dirinya berada di tingkat seorang pesohor, passion yang dia tunjukan itu menciptakan saling menguntungkan antara dirinya sebagai pesohor dengan tim yang didukungnya sebagai institusi.

Maka dari itu, tidak mengherankan dari situasi itu tercipta hubungan yang lebih jauh, yakni kepemilikan dan itu sudah terjadi diberbagai tempat di dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Italia.

Di Indonesia, hal yang sama kemudian terjadi ketika ruang kepemilikan itu dibuka lebih lebar oleh klub sepakbola ketika mereka mulai menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk memperkuat struktur permodalan.

"Saya melihat ini situasi yang lumrah, fenomena global dan Indonesia jadi semakin menarik ketika project yang semula di gagas Raffi dan kawan-kawan itu ternyata berubah menjadi hasil yang mengejutkan. Hal itu kemudian menjadi semacam pemantik yang membuat semakin banyak orang tertarik," ujar pria yang disapa Bung Kus ini.

Mereka, orang yang mempunyai otot finansial seperti Raffi, merupakan orang yang tidak terlalu pelit untuk berinvestasi di-passion-nya.

"Disitu lah ketemu, fenomena global, dengan ketersediaan sumber daya finansialnya masuk ke dalam pession-nya mereka, akhirnya mereka masuk olahraga dan ini saya pikir timing-nya sendang pas-pasnya," tambahnya.

Bung Kus menjelaskan, apa yang dilakukan Raffi dengan klub sepakbolanya, Rans Cilegon berhasil memberikan rasa percaya ke publik. Masyarakat menjadi percaya bahwa jika klub dikelola dengan baik, klub itu bisa sukses.

Selain itu, Raffi juga berhasil menunjukan, jika klub dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan keuntungan.
"Raffi gak pernah ngomong rugi kalau melihat produk iklan yang ada di jersei pemain, lalu bagaimana mereka menggaji pemain dan tidak pernah ada keluhan soal telat gaji. Artinya, dia ga rugi," tandas Bung Kus.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT