ADVERTISEMENT

Mau Bisnis di Industri Sepakbola? Simak 4 Tips Ini Supaya Nggak Boncos

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Minggu, 13 Feb 2022 20:15 WIB
Timnas Indonesia U-16 berhasil mengalahkan Timnas Brunei Darussalam U-16 pada laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Garuda Asia menang dengan skor 8-0.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bisnis di industri sepakbola nampaknya sedang menjadi bisnis yang menggiurkan, Bagaimana tidak, para pesohor tanah air seperti Raffi Ahmad, Gading Marten, Atta Halilintar, Prilly Latuconsina, hingga putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep terjun ke dalam bisnis ini.

Melihat fenomena itu, tak mengherankan bila memunculkan hasrat masyarakat untuk menggeluti bisnis yang sama. Meski begitu dalam menjalankan bisnis apa pun, termasuk sepakbola, pastilah ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni memaparkan empat tips bagi mereka yang mau terjun ke binsis sepakbola. Keempat hal itu antara lain:

1. Jangan Latah

Pria yang disapa Bung Kus ini memperingatkan, bagi yang ingin terjun ke dunia sepakbola jangan latah atau ikut-ikutan, tapi memang berdasarkan passion. Perasaan mencintai dunia sepakbola menjadi hal yang sangat krusial.

"Kalau latah sekadar mengikuti tren nanti kaget, karena ternyata sepakbola itu persoalannya sangat banyak. Persoalannya banyak banget, terutama persoalan dengan manusia-manusia yang di dalamnya banyak sekali," ujar Bung Kus, kepada detikcom, Minggu (13/02/2022).

2. Siap Rugi

Bisnis di sepakbola tidak terduga bisnisnya. Contohnya seperti sekarang ini, pemasukan dari tiket penonton di stadion tidak bisa didapatkan, penonton dilarang datang ke stadion karena pandemi Covid-19. Akhirnya itu memengaruhi pemasukan klub, padahal klub sudah memperkirakan akan mendapat pemasukan sekian miliar dari tiket penonton.

"Maka dari itu, jika ingin terjun ke sepakbola harus siap rugi," tegas Bung Kus.

3. Inovatif

Mereka yang terjun ke bisnis sepakbola disarankan mencari pemasukan-pemasukan baru, tidak hanya bertumpu pada pemasukan tradisional, seperti penjualan merchandise, tiket, dan hak siar.

Bung Kus menyarankan untuk meniru apa yang dilakukan Raffi Ahmad. Selain mendapatkan pemasukan dari cara tradisional, Raffi juga menjual konten-konten klub sepakbolanya ke berbagai platform.

4. Pergaulan yang Luas

Pergaulan yang luas mesti dimiliki, tidak hanya dengan sesama komunitas tapi juga dengan para petinggi di lingkungan federasi sepakbola. Hal itu turut membantu hasil yang didapatkan klub nantinya.

"Jadi harus punya hububgan baik, tidak hanya sesama komunitas tapi juga dengan para petinggi federasi," pungkas Bung Kus.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT